"Malang siap mengembangkan Heritage Tourism."
Ungkapan walikota Malang itu dikutip pada saat apel pagi di Balaikota pertengahan Januari lalu.
Wowwww.....
Heritage ? Warisan ?
Beneran ?
Heritage bicara masalah peninggalan budaya
Peninggalan sejarah
Peninggalan kebiasaan kebiasaan para orang tua kita dulu
Heritage bicara masalah kota tua !
Malang bermaksud mempertahankan kelangsungan hidup kota tuanya !!
Malang dulu terkenal adem, sejuk semriwing... edum, dan kalau pagi sering kita dapati kabut atau pedut begitu orang Malang menyebutnya.
Jalanan masih banyak dijumpai angkutan umum roda tiga bemo dan dokar serta bronpit atau sepeda motor, dalam istilah wong Malang ... tak ketinggalan becak plus sepeda ontel turut meramaikan berlalu-lalang.
Tidak itu saja...Masih ingat kan dengan bangunan khas
berwarna orens
dengan kotak berwarna serupa di depannya ?
Betul sekali... Kantor pos !
Kantor pos masih menjadi jujugan siapapun untuk bertukar kabar,
berkirim barang ataupun
sekedar membeli perangko.
Belum lagi dengan sosok pak posnya yang bikin kangen dengan teriakan khasnya : "pooooosss..."
Jawaban yang spontan muncul adalah kalau nggak MACET ya PANAS.
Adalah ungkapan yang sanggup mewakili siapa saja yang pernah ada di sana.
Tentu saja.
Tidak ada lagi becak yang mangkal di depan stasiun kota atau di persimpangan jalan, seperti di pertigaan jalan Sarangan misalnya, yang sekarang telah berdiri hotel berbintang itu.
Tidak ada lagi bemo yang berseliweran di beberapa sudut kota.
Tidak tampak lagi para pejalan kaki yang bebas dari keringat karena panas nya udara atau becak yang mengangkut kita dengan satu dua orang teman di tengah hari bolong.
Album foto yang berasal dari gulungan film isi 24 atau 36 jepretan untuk 1 rol.
Gambar yang diambil dengan sangat hati-hati buat menghindari kesalahan jepret.
Foto yang dicetak dengan memecahkan tabungan ayam kita.
Hanya lebih tertata rapi dengan berbagai pembangunan infrastrukturnya.
Mall dan cafe menjamur dimana mana, taman-taman kota yang lebih indah.
Kemacetan yang timbul terutama dengan berjibun nya kendaraan roda dua tanpa diimbangi dengan pelebaran jalan, walau beberapa area tampak dah dibuka seiring dengan ekspansi kota.
Yah.....
Kami rindu kota kami dulu
Kota yang sejuk dan tenang
Kota yang membuat
kami merasa aman
berjalan di pinggiran jalan raya
tanpa takut terserempet
berjalan di pinggiran jalan raya
tanpa takut terserempet
sepeda motor atau mobil
Kota yang memungkinkan kami
melangkahkan kaki-kaki ini
tanpa takut polusi kendaraan
tanpa khawatir adanya genangan air
bekas hujan malam sebelum nya
Kota yang membuat
tanpa takut polusi kendaraan
tanpa khawatir adanya genangan air
bekas hujan malam sebelum nya
Kota yang membuat
Tapi kami pun tidak menutup mata
pada perkembangan jaman
yang menuntut fasilitas lebih
ruang gerak lebih
kecepatan lebih
Datangnya 25.000 mahasiswa baru dari luat daerah setiap tahun nya menuntut kota ini harus berbenah tanpa melupakan siapa mereka dulu.
Anak anak muda ini memiliki hak
untuk belajar di kota ini.
Anak anak ini berperan penting
dalam pertukaran budaya
Anak anak ini membuat kita bangga
sebagai warga kota Malang
Sekaligus anak-anak ini pula lah
yang membawa ribuan sepeda motor ke dalam kota,
setiap tahun nya
Itu sebabnya, pencanangan Malang sebagai kota Heritage, seperti yang disampaikan pemerintah kota dalam awal tulisan ini sangat menginspirasi.
Ada warisan yang tidak bisa tidak,
harus diselamatkan
dari perputaran waktu
Ada peninggalan yang harus dipelihara
Ada kenangan yang harus dipahat
Team redaksi Langsep Book
sebagai bagian dari kota tercinta ini
siap memberikan kontribusi nya
lewat goresan pena mereka
lewat perjalanan panjang mereka
lewat roadshow mereka
dalam beberapa minggu ke depan
IKASANMAR
memiliki alasan untuk
memberikan warna tersendiri
pada reuni akbar
bulan September nanti
Kembali ke era 80an
Kembali ke kota Malang
Kembali memutar film lama
di dalam memori kita
Sebuah moment yang
sulit untuk ditinggalkan
Sebuah kesempatan yang
belum tentu kembali lagi
Sedetik kerinduan dalam
satu seruan lantang,
Malang,
we are coming
we are coming










MAKOBU Malang Kota Bunga
BalasHapusAREMA Arek Malang
Radio SENAPUTRA Om Ofan Tobing
Trotoar Gaden
Toko Buku Atom
Toko Lido perempatan BCA
πππ
...kota yg bikin kangen, tidak saja hawanya namun juga kulinernya : oskab en lecep !!!
BalasHapus