Kamis, 09 Juli 2020

Empat Tahun Bareng Sang Jendral

Buat para penggemar film silat dengan latar belakang peperangan, nama Sun Tzu kerap kali mampir di telinga kita.

Kata-kata Sang Jendral yang ahli dalam straregi perang dari abad ke 5 BC di Tiongkok ini sering dikutip di sana. 

Bukunya, The Art of War, sarat dengan strategi militer yang mempengaruhi  filosofi Barat dan Timur sampai berabad abad kemudian, bahkan hingga hari ini. 


Tidak heran, dalam setiap tindakan dan keputusan nya, Sang Komandan SMAK St. Maria Langsep Malang selama 4 tahun terakhir, dari tahun 2016 hingga 2020, Sr. M Theresella Karti, kerap mengadaptasi strategi Jendral Legendaris ini

Karena bagaimana pun, serupa dengan pasukan yang dipimpin Sun Tzu saat itu, pasukan SMAK St. Maria Malang juga memiliki lawan yang harus ditaklukkan.

Perbedaan nya adalah
Mereka berperang, kita berlomba
Mereka menang karena lawan mereka jatuh
Kita menang karena lawan kita tertinggal


Mereka menggunakan busur dan anak panah
Kita menggunakan kesediaan kita
Mereka menggunakan racun
Kita menggunakan kemauan kita.
Mereka menggunakan batu-batu gunung dan api
Kita menggunakan cinta.

Tiga senjata ini lah yang ditinggalkan oleh Sang Jendral, Sr. M. Theresella Karti, bagi kita, seperti yang diutarakan nya pada kata sambutan beliau di acara Serah Terima Jabatan, Jumat, 3 Juli 2020 lalu.

Kesediaan.
Kemauan 
Cinta.


Pada acara siang hari itu, 
Sr. M Theresella Karti mengingatkan semua pihak 
akan arti sebuah kerjasama. 

Kepada para guru dan karyawan, beliau mengatakan, 

"4 tahun bukan waktu yang pendek, 
bukan waktu yang singkat, 
untuk saya ajak berlari. 
Kadang berjalan, 
kadang kejar-kejaran. 

Saya ajak jungkir balik
angkat kaki ke atas
mengambil sesuatu dengan kaki
bahkan dengan kepala,
mereka sanggup.

Saya berikan sesuatu di tangan kanan nya
Tangan kiri nya saya ajak untuk meraih lain nya

Pagi, siang, malam
Tidak kenal lelah


Selalu saya katakan 
mari kita samakan frekuensi, 
karena betapapun indahnya sebuah lagu, 
tanpa frekuensi yang sama, 
lagu itu akan menjadi sumbang. 
Dengan frekuensi yang sama, 
hasil nya akan luar biasa.

Demi anak - anak kita
yang memiliki bakat dan talenta
yang luar biasa
yang adalah masa depan bangsa" 

Mereka bersedia melakukan nya.
Mereka memiliki kemauan untuk itu.
Cinta mereka berada jauh di atas beban mereka.

Dilain pihak, 
sang komandan sendiri
Memperlakukan mereka layaknya
anak-anak nya sendiri.


Kepada para anak didik, 
sang jendral menitipkan kata hati nya, 

"Kami ingin kalian menjadi manusia-manusia 
yang tahan banting, 
yang bisa tetap ditempa, 
yang bisa tahan uji, 
yang bisa berada di tengah masyarakat 
dengan identitas diri kalian sendiri yang tetap ada."

Mereka bersedia menerimanya.
Mereka memiliki kemauan untuk ditempa.
Cinta para guru mengalahkan sakit nya bantingan itu.

Mereka sadar, keringat saat ini akan meminimalkan kesulitan-kesulitan yang akan mereka hadapi kelak.


The last but not the least
Sang Jendral mengapresiasi 
para orang tua dan wali murid.

"Terima kasih kepada para orangtua 
atas segala dukungan kerjasama dalam bentuk apapun 
Terima kasih untuk kepercayaan Bapak Ibu 
untuk mempercayakan putra-putrinya kepada kami. 

Mohon maaf bila dalam seluruh pelayanan kami, 
khususnya saya, ada keterbatasan. 
Semata-mata karena kesempurnaan hanyalah  milik Bapa, 
tetapi kami berusaha untuk menjadi sempurna 
seperti Bapa adalah sempurna."

Mereka menyediakan dukungan nya.
Mereka menunjukkan kemauan nya.
Karena cinta membuat mereka berani untuk percaya.

Khusus untuk Ikasanmar, 
Sr. M Theresella Karti memberikan apresiasi nya, yang 
" ... walaupun terengah-engah, 
mereka melakukan nya semata-mata 
untuk SMAK St. Maria Malang."

Mereka menyediakan waktu nya.
Mereka memiliki kemauan untuk menggunakan tenaga dan pikiran mereka.
Karena cinta mereka kepada sekolah nya di masa remaja dulu.



4 tahun bareng Sang Jendral
Adalah 4 tahun yang penuh didikan dan pembelajaran.
Adalah 4 tahun yang penuh arti.
Adalah 4 tahun persiapan lepas landas pesawat kita
SMAK St. Maria Langsep Malang.

Sang Jendral menutup kata sambutan nya siang hari itu dengan mengutip satu bait lagu untuk kita semua,
"Tajam nya pisau 
tak kan sanggup goyahkan cinta antara kita, 
menembus ruang dan waktu, 
menyatu di dalam jiwa ku."

CINTA adalah bensin
SMAK St. Maria kendaraan nya
Kita pengemudi nya
Menuju ke arah yang kita sepakati bersama

Karena CINTA kuat seperti maut ( Kidung Agung 8:6 )



Bravo, sekolah ku

Bravo, SMAK St Maria Malang













3 komentar:

  1. Selamat menjalankan tugas di medan pertempuran yang baru.
    Terima kasih atas bimbingan dari Jendral kepada kami pasukan IKASANMAR.
    GBU Sr. Theresella

    BalasHapus
  2. hard work and stay humble, what I see in Her. Passion

    BalasHapus