Rabu, 27 Maret 2019

Amunisi Terakhir


Dalam sebuah bincang – bincang pasca latihan baseball untuk menghadapi seorang lawan kuat, seorang pemain, Bruce,  bergumam, “Mereka lebih kuat dari kita. Bagaimana kita bisa menang ?”

Sang pelatih baseball itu menantang Bruce untuk melihat kemampuan diri nya sendiri.

Dengan mata tertutup, Bruce harus merangkak dengan tapak tangan dan tapak kaki nya sepanjang 50 yard setelah sebelum nya hanya berani bernegosiasi dengan pelatih nya itu di angka 30 yard.

Dengan satu syarat yang tidak diketahui Bruce sebelumnya : sambil menggendong seorang teman di punggungnya !


Mata nya yang tertutup tidak memungkinkan dia melihat garis yang telah disepakati.

Setelah beberapa langkah , dia bertanya pada pelatihnya, "Apa aku sudah melewati 20 yard?"
Sang pelatih hanya berkata, “Lupakan itu. Teruslah merangkak.”

Beberapa langkah berikutnya, Bruce mengeluh, "Aku harus istirahat."
Sang pelatih melarangnya, "Jangan berhenti sampai kau tidak mempunyai kekuatan lagi."

Bruce kembali merangkak.
Teriakan pelatih menguatkannya.
"Berikan usaha terbaikmu."
"Jangan menyerah."
"Lakukan yang terbaik yang bisa kau lakukan !"


Lagi lagi Bruce mengeluh.
"Aku gak punya tenaga lagi."

Sang pelatih seakan tidak mau mendengarkan keluhan pemain nya.
"Bernegosiasi lah dengan tubuhmu untuk mencari tenaga."

"Sakit."
"Aku tau."
"Terbakar."
"Biarkan terbakar."
"Aku tidak sanggup lagi."
"Berikan yang terbaik."
"Sulit."
"Tidak sesulit itu. Hanya tinggal 20 langkah lagi. 10 langkah.... 5 langkah....."

Dan ketika Bruce menyerah karena tidak sanggup lagi, sang pelatih pun membuka penutup matanya dan berbisik. "Kamu ada di ujung lapangan."


Satu pencapaian yang luar biasa dari seorang pemain dan pelatih nya.

Bruce tidak akan sanggup mengeluarkan yang terbaik yang bisa dia lakukan tanpa teriakan, support dan dukungan pelatihnya.

Rasa sakit dan lelah nya hanya akan menyempurnakan kepuasan nya ketika mencapai garis yang telah mereka sepakati, tidak lebih. 

Itu sebabnya, sang pelatih tidak mengijinkannya melihat garis tersebut, semata mata hanya untuk membuang jauh jauh rasa puas pemain nya itu. 

Yang penting sudah mencapai garis itu.
Cukup kah ?

Rasa tidak cukup lah 
yang  membuat sang pelatih 
menutup mata Bruce 
dan tidak memberitahukannya  
kapan dia harus berhenti.

Rasa tidak cukup dari sang pelatih lah 
yang membuat Bruce mampu merangkak 
5 kali lebih jauh dari yang dipikirkannya.

Dan rasa tidak cukup  yang sama ini pulalah 
yang juga membuat SMAK St. Maria Malang 
mengeluarkan program mereka sebagai amunisi terakhir.


KARANTINA SUPER CAMP UN 2019

Dari namanya, kita bisa melihat bahwa program ini dipersiapkan untuk menghadapi UN 2019, yang tentu saja akan diikuti oleh para siswa kelas 12.

Segmentasi murid dilakukan dengan cermat oleh sekolah yang satu ini.

Beberapa murid diperhatikan secara khusus  untuk sekedar bisa melalui tahun-tahun mereka di sekolah tepat waktu.

Beberapa lain nya diberikan semangat kemenangan dengan peringkat.

Sementara para jagoan kelas dipersiapkan untuk mampu bersaing di luar sekolah.


Duapuluh murid terbaik dari kelas 12 
dikumpulkan dan dikarantina, 
seminggu sebelum UN dimulai 
Untuk menemukan yang terbaik 
yang bisa mereka lakukan.

Akademik dan Spiritual 
Motivasi dan Inspirasi
Dikemas dalam agenda 5 hari
Pagi, siang dan malam


Banyak yang harus dilakukan 
Banyak tenaga yang harus dipersiapkan
Banyak waktu yang harus diluangkan

Tapi para pendidik SMAK St. Maria Malang 
tidak memperdulikan nya sama sekali.

Karena mereka paham 
beberapa murid belum maksimal 
dalam mengeluarkan semua yang terbaik 
yang ada di dalam diri mereka. 

Bukan hanya sekedar
"Yang penting lulus"
"Yang penting juara satu."
"Yang penting bisa memberikan apa yang diminta."

Tapi yang terbaik dari dalam diri mereka sendiri lah yang menjadi batas.

95 mungkin nilai tertinggi untuk sebuah mata pelajaran. 
Tapi tahukah mereka bahwa mereka sanggup mencapai angka kesempurnaan,  100 ?

KARANTINA SUPERCAMP UN 2019

Amunisi terakhir untuk 
para siswa terbaik sekolah ini
Untuk mengetahui di mana batas mereka

Seperti Bruce yang mengeluh
Sakit, Panas. Tidak sanggup. Sulit. Capek.

Para pendidik sekolah ini pun 
merangkul mereka dan berbisik

"Aku tahu."
"Bernegosiasilah dengan tubuhmu."
"Biarkan tangan mu terbakar."
"Teruslah melangkah."
"Tinggal 5 langkah lagi."


Amunisi terakhir telah disiapkan 
SMAK St Maria Malang
Untuk pasukan elite nya

Pastikan dirimu ada di sana
Gunakan amunisi nya
Tutup mata dan tellinga mu
Kerahkan semua yang kau bisa

Tanpa ada batasan
Tanpa melihat tinggal berapa langkah lagi
Tanpa melihat ada di posisi mana
Dan kau akan melihat......

"Kau sudah berada di ujung lapangan"




To trust yourself is to test your limit.
That is the courage to succeed.
( Bernard Emond - Writer & Director )


BRAVO SMAK SANTA MARIA MALANG 






2 komentar:

  1. No Pain No gain ( iklan dikit 😂 )

    BalasHapus
  2. Bingung mau ngapain? mendingan main games online bareng aku?
    cuman DP 20rbu aja kamu bisa dapatkan puluhan juta rupiah lohh?
    kamu bisa dapatkan promo promo yang lagi Hitzz
    yuu buruan segera daftarkan diri kamu
    Hanya di dewalotto
    Link alternatif : dewalotto.club

    BalasHapus