Rabu, 02 Oktober 2019

Reuni Akbar : Sebuah Rahasia

Dalam satu waktu,  penulis mendapat kesempatan mengunjungi negara nenek moyang suku Tionghoa, negara Tirai Bambu. 

Semakin dalam tapak kaki ini melangkah masuk
Semakin kental pula kehidupan sosial yang kami rasakan

Keuletan pedagang di pusat pusat perbelanjaan
Cara mereka membujuk para pelanggan nya
Strategi mereka menjual barang dagangan nya dengan harga lebih



Tak terasa mulut ini pun berdecak kagum. 
Tidak heran bangsa ini menguasai perekonomian dunia!! 

Satu dua orang tampak kerepotan menenangkan putra/putri cilik mereka
Sementara yang lain nya lebih sibuk melayani pengunjung toko mereka

Satu sudut tampak dipenuhi orang dengan warna kulit dan rambut yang berbeda. 
Sementara di sudut lain kami memerlukan waktu lebih untuk menyadari siapa pemilik dan pengunjung toko



Yahhh....  
Mereka tampak serupa
Kecuali bahasa mereka
Kecuali logat mereka
Kecuali adanya orang yang di seniorkan di kelompok mereka

Pemilik toko cenderung generasi muda
Tidak ada kerutan di wajah dan tangan mereka
Tidak ada kaum senior di antara mereka

Padahal dari pembatasan kelahiran yang diterapkan lewat undang undang di negara ini, seharusnya kaum senior menempati jumlah urutan terbanyak. 

Dari dua pasang orang tua,  
generasi berikut menjadi sepasang.
Dan dari sepasang,  
generasi selanjutnya menyusut
menjadi satu orang. 

Lalu ke mana para senior itu?


Negara ini terkenal karena umur yang cenderung lebih panjang daripada penghuni belahan dunia lain nya. 

Rasa penasaran menuntun mata dan telingaku untuk mengembara

Sampai akhirnya....... 
Aku pun menemukan mereka!! 

Kehidupan mereka cukup menarik untuk kita amati. 
Kebugaran mereka membuat iri siapa saja.



Anak yang sudah membentuk keluarga nya sendiri.
Tingginya biaya kehidupan keluarga baru. 
Adanya besan untuk berbagi kasih cucu mereka. 
Bahkan pasangan yang sudah tiada. 

Membuat mereka mencari 
jalan hidup mereka sendiri.


Di taman taman kota 
mereka berkumpul. 
Di jalan jalan kota 
mereka berpapasan. 

Beberapa menuntun tali hewan 
sebagai teman jalan 
Beberapa lagi menuntun 
pasangan nya. 

Mereka saling bersalaman. 
Mereka duduk bersama.
Mereka berjalan bersama. 
Sesekali tawa kecil keluar dari bibir bibir berkeriput itu. 

Mereka tampak bahagia. 
Dan mereka memang bahagia. 

Padahal sebagai orang yang tinggal sebatang kara,  mereka tidak punya alasan untuk bahagia. 

Tapi lihatlah mereka!!


Mereka bahagia 
tentu bukan karena 
anak atau  cucu mereka 
yang sulit mereka peluk 
di hari hari mereka. 

Mereka bahagia 
karena mereka memilih untuk bahagia. 

Mereka bahagia 
karena mereka memiliki 
teman dan sahabat!! 

Mereka bahagia 
karena kehidupan sosial yang aktif. 

Kebahagiaan itu yang membuat mereka panjang umur dan lebih sehat dibandingkan generasi mereka di belahan bumi lain nya.



Diakui atau tidak, 
nyatanya,  
menghabiskan sebahagian waktu
dengan teman dan sahabat 
akan membuat hidup 
lebih sehat secara mental dan fisik.

Beberapa penelitian menemukan adanya hubungan yang erat antara kehidupan sosial dengan kesehatan seseorang. 

Memiliki kehidupan sosial yang sangat aktif dengan teman atau masyarakat dapat kurangi resiko penyakit Alzheimer yang cukup besar sekitar 70 persen ( Journal of International Neuropsikologi Society )

Mempunyai banyak teman/ sahabat memiliki pengaruh langsung pada tingkat aktivitas fisik dan kebiasaan makan ( Journal of Behavioral Nutrition dan Aktivitas Fisik - Australia)

Komunikasi yang terjalin dengan baik dengan teman/ sahabat melalui  media sosial akan mendorong fungsi kognitif Anda, seperti otak yang dilatih memecahkan persoalan dalam puzzle ( University of Michigan, USA )


Jaringan sosial yang kuat - terutama bila dikombinasikan dengan latihan fisik - dapat menunda penurunan kesehatan hingga sepuluh tahun ( Brandeis University )

Hubungan emosional yang kuat dengan teman, sahabat bahkan dengan binatang kesayangan dapat meningkatkan peluang Anda untuk bertahan hidup hingga sekitar 50 persen ( Universitas Brigham Young ).




Dan akhirnya.... 
          
Banyak  bersosialisasi dengan teman dan sahabat ( keep relationship) dapat membuat kita tetap punya jiwa muda atau semangat muda walaupun umur terus bertambah.

Memiliki hubungan yang baik dan positif ternyata dapat menunda proses penuaan. 


Reuni Akbar
 yang kita adakan di hari 
Sabtu, 21 September 2019, 
membuktikan teori-teori di atas.

Bukan hanya lulusan tahun kemarin
Bukan cuma dipenuhi oleh mereka
yang lulus sepuluh 
atau dua puluh tahun yang lalu,

Tapi juga mereka yang lulus 
ketika sebagian dari kita 
belum dilahirkan pun 
ada di sana !


Semangat mereka
Kebugaran mereka
Kegembiraan mereka
Keceriaan mereka


Siapa yang menyangka banyak dari mereka sudah menjalani kehidupan ini lebih dari setengah abad ?


Karena mereka tidak pernah melewatkan setiap kesempatan 
untuk berkumpul
Untuk bersilaturahmi
Untuk bersendagurau
Untuk saling berbagi cerita


Kebugaran  mereka membuat iri siapa saja
Sebagian besar dari mereka pernah dihadapkan pada satu pertanyaan :

Apa rahasia nya ?

Mereka hanya tersenyum
Mereka hanya tertawa
Mereka hanya menjawab nya dari kehidupan mereka.


Ingin seperti mereka ?
Lakukan apa yang telah mereka lakukan selama ini.

Ikuti setiap agenda kumpul bareng
Sesekali jalan bareng
Atau makan bareng
Celetukan ringan di jejaring sosial
Walau hanya sebuah emoticon

Dan pastikan kita hadir 
pada reuni akbar berikutnya. 
Mungkin lima tahun lagi
Sepuluh tahun lagi
Atau bahkan dua puluh tahun lagi. 

Selama kita masih diberi waktu


Tetap semangat, sobat 
Tetap jaga kesehatan
Dan tetap lah bahagia 

Bravo, sahabat!!
Bravo, Ikasanmar !!

Tidak ada komentar:

Posting Komentar