Gimana tidak?
Beberapa kali kulihat dia di depan microphone dalam berbagai agenda sekolah kita, SMAK st. Maria Malang.
Dengan vibra suaranya yang terlatih, sulit dipercaya anak ini masih bersekolah di sebuah sekolah katholik yang terkenal memiliki ekspektasi akademis yang tinggi bagi murid murid nya.
Penguasaan panggung nya menunjukkan jam terbang nya di sana.
Selentingan kudengar beberapa lomba tarik suara dalam negeri diboyong perempuan muda yang saat ini masih duduk di kelas XI MIPA 1 sekolah kita ini.
How come ?
Bagaimana mungkin dia mengatur waktunya?
Bagaimana mungkin sang orang tua mendukung nya dengan banyak latihan dan lomba sementara selangkah lagi dia harus menghadapi UNAS?
Bagaimana mungkin sekolah mengijinkan nya tanpa mengganggu kegiatan belajarnya?
Bagaimana mungkin pihak sekolah boleh bangga akan hal ini?
Dan yang lebih mencengangkan, bagaimana mungkin di antara dinding dinding kelas nya, anak ini masuk dalam 10 besar ?
Sulit dipercaya.
Aracely Evina Purnomo,
Yang akrab dipanggil Vina ini,
adalah sebuah mimpi
yang menjadi kenyataan.
Talenta nya.
Passion nya.
Gairah nya.
Jiwa nya.
Tetap berkembang
walau dunia menuntutnya
melakukan hal lain yang berbeda :
nilai akademis di sekolah
Dia punya jam yang sama
dengan anak lain.
7/24
Tujuh dua empat
Tujuh hari seminggu.
Dua puluh empat jam sehari.
Dia punya kewajiban yang sama
Dengan anak sekolah lain nya.
Pergi sekolah
Belajar
Mengerjakan PR
Ulangan
Namun remaja ini melakukan sesuatu
yang lebih daripada anak lain nya.
Berangkat keluar kota untuk lomba sepulang jam sekolah, dan kembali ke Malang pada subuh esok hari nya untuk berangkat ke sekolah lagi, pernah dilakukan nya.
Jadwal lomba yang berbenturan dengan jadwal ujian pun pernah dihadapi nya.
Beruntung Vina memiliki keluarga dan guru guru yang memahami nya.
Keluarga yang menemukan energi nya di dunia tarik suara.
Keluarga yang mengerti kegiatan menyanyi adalah refreshing bagi nya.
Dan pihak sekolah yang mendukung nya.
Ada kebijaksanaan bagi nya ketika Vina harus berada di panggung.
Jadwal ujian yang disesuaikan khusus untuk nya, tanpa membedakan hasil.
However, fokus sekolah adalah hasil akhir.
Putri bungsu yang lahir dari rahim seorang dokter gigi ini pun menyadari hal itu.
Fasilitas yang diterimanya
Support yang mengakomodir nya
Datang dari sebongkah kepercayaan
Dan menjaga kepercayaan itu menjadi sebuah tugas tambahan untuk nya.
Tanpa keluhan
Tanpa beban
Tanpa paksaan
Dia membuka buku pelajaran nya dua kali lebih banyak.
Dia belajar dua kali lebih tekun
Dia berusaha dua kali lebih keras
Dan dia pun menarik suaranya dua kali lebih kencang untuk melepaskan penat nya.
Aracely Evina Purnomo
Tidak banyak anak manusia yang lahir dengan talenta sebesar yang kau miliki.
Dari yang "sedikit" itu, hanya sebagian kecil yang memiliki fasilitas seperti mu.
Dan dari "sebagian kecil" itu, hanya beberapa yang lahir di negara ini, negara yang mengedepankan IQ dibandingkan EQ, di mana nilai akademis di sekolah menyingkirkan semua kesempatan dan mematisurikan talenta.
Sebuah tantangan yang tidak mudah.
Tapi Vina lebih dari seorang penyanyi.
Dia bukan remaja biasa.
Lahir dalam keluarga yang luar biasa.
Sekolah bukan di sekolah biasa.
Tarik napas mu, Vina.
Kumpulkan energi dalam dirimu
Lepaskan lewat tenggorokan mu
Lantangkan suara mu
Kau telah buktikan
Dinding kelas bukan penghalang
Dinding kelas hanya sebuah sarana
Dinding dinding kelas
Tidak mampu menutup
Seberkas Cahaya Surgawi
Dan di antara dinding kelas


Tidak ada komentar:
Posting Komentar