Selasa, 14 Januari 2020

CHARITY bukan PROGRAM Biasa

Satu kali seorang kawan harus menjalankan operasi. Operasi kecil,  namun sempat membuat nya putus asa.

Berbagai JIKA muncul di benak nya. 
Kami menyadari itu. 
Dan kami pun meluangkan waktu kami untuk memberikan dukungan moril kepadanya. 

Tiba di ruang VVIP sebuah rumah sakit terkenal di kawasan ibukota tempat nya dirawat,  kami kesulitan melihat nya. 

Karangan bunga. 
Parcel buah. 
Ucapan doa kesembuhan. 
Penuh sesak di kamar itu. 



Bukan hal yang istimewa untuk seorang pengusaha sukses yang dicintai rekan dan sahabat nya. 

Apapun motivasi pengirim berbagai hadiah itu, itulah kepedulian. 

Beruntung kami datang pada jam sibuk di mana banyak teman yang tidak bisa meninggalkan kesibukan mereka untuk berada di sana pada saat itu, sehingga kami memiliki banyak waktu untuk berinteraksi dengan si pasien.

Di tengah tengah perbincangan kami,  seorang perawat masuk dengan membawa sekeranjang buah. 

Seperti yang biasa dilakukan nya,  sang perawat tersenyum sambil berkata,  "Dikirim dari kantor,  pak.  Saya letakkan di sini ya," seraya berjalan ke sofa agak jauh dari tempat tidur.

Entah apa yang dilihat kawan kami ini,  hingga dia berusaha bangkit dan meminta sang perawat membawa keranjang buah itu kepada nya.


Keranjang buah biasa. 
Pisang. 
Apel. 
Jeruk. 

Tanpa anggur. 
Tanpa buah pir. 
Tanpa merk apapun. 

Tanpa merk?? 

Nooooo...... 

Salah satu pisang di sana bermerk AZIS. 
Pisang lain nya ROHANA. 
Apel itu AYU. 
Ada juga apel ROHMA. 
Dan jeruk itu PAK DI.
Ah,  ada yang bermerk SAMBUN. 

Kami tercengang

Dan bertambah heran melihat air mata sang kawan yang menggenang sambil memangku keranjang buah yang amat sangat "kampungan" itu. 

Yahhhh...  Kampungan. 
Terlalu sederhana di antara bingkisan sejenis yang bertumpuk di ruangan itu. 

"Azis biasa menyediakan kopi di kantor setiap pagi," sang kawan bergumam lirih. 

"Rohma pernah hampir tertabrak mobil karena mengantarkan dompet ku yang ketinggalan. Sambun ini dulu malah pernah kena tusuk, padahal sering aku marahi."

Mak jleeegggggg...... 

Bingkisan itu ternyata  dari para karyawan level terendah di kantor nya!!


Promosi setinggi apa yang bisa mereka harapkan? 
Bonus seberapa besar yang mampu mereka pikirkan? 
Fasilitas semewah apa yang sanggup mereka nikmati? 

Tapi untuk sebuah kepedulian,  
Mungkin menu mereka tanpa lauk di hari itu 
Mungkin mereka berjalan kaki puluhan kilometer untuk ke kantor pagi itu. 
Mungkin tenggorokan mereka kering di panas terik siang itu

Air mata mengiringi kata-kata yang keluar dari bibir pucat nya
Sontak membuat kami terdiam



Orang orang kecil itu tidak pernah mengerti apa arti Charity Program. 

Yang mereka tahu 
Mereka menangis untuk nya
Yang mereka sadari
Mereka berdoa untuk nya
Yang mereka mengerti
Mereka ingin memberikan sesuatu untuk nya
Walau hanya sebuah apel.

Dan mereka mengambil langkah
Karena kepedulian mereka nyata
Karena hubungan mereka hidup


CHARITY PROGRAM
bukan program biasa. 

Bulan Natal sudah berlalu hampir sebulan. 
Aksi Natal yang sarat dengan kegiatan sosial mulai berganti baju. 

Sebentar lagi tiba bulan suci bagi saudara sepupu kita. 
Kegiatan sosial akan kembali marak. 

Belum lagi beberapa perayaan internal berbagai organisasi. 

Kunjungan ke panti jompo. 
Bakti sosial.
Buka bersama anak panti asuhan. 
Bagi bagi takjil. 

Sudah merupakan makanan rutin kita. 
Ada yang tahunan. 
Ada yang bulanan.
Ada juga yang harian. 



Sahabat, 

Saudara-saudara  kita di Bali Nusra telah mengambil langkah untuk kepedulian mereka.

Dalam aksi Natal nya, secara mandiri,  Ikasanmar Bali bergerak ke sebuah kawasan di sana pada hari Minggu yang lalu,  12 Januari 2020 untuk berbagi.


Bekerja sama dengan relawan bali andi karyasa wayan, 
dari yang awalnya cuma mau memberi 
untuk 50 kepala keluarga kurang/tidak mampu, 
bisa jadi 83 KK.  

Dari yang awalnya cuma mau memberi 
5 kg beras, 1 kg minyak goreng, 1 kg gula dan 10 butir telur, 
menjadi 10 kg beras, 2 kg minyak goreng, 1 kg gula, 
1 krat telur, 1 kaleng sarden, 1 set peralatan mandi,  2 kotak susu cair, dan jajan untuk anak-anak. 

Belum lagi sumbangan aqua, espreciello, 
nasi kuning, ayam geprek bowl dan jajan pasar. 
( Febri Pontoan - Ikasanmar Bali Nusra ) 


Hati setiap individu dalam organisasi ini di Bali
mampu membuat air mata ini menyeruak perlahan. 

Air mata haru
Air mata bangga
Air mata syukur
Air mata bahagia


Saudara ku, 

Para karyawan rendah di awal tulisan ini  menyadari pemberian mereka tidak berarti bagi sang pengusaha. 

Apalah arti sebuah apel untuk dia yang mampu membeli kebun apel? 

Tapi mereka memilih untuk perduli


Bukan masalah harga. 
Bukan sekedar gengsi. 
Bukan hanya ikut ikutan

Sentuhan kasih 
Yang membungkusnya
Mampu memberikan
Seonggok semangat dan harapan
Bahkan untuk dia yang memiliki segala nya

Charity Program 
memang bukan program biasa.

Charity Program
Adalah program hati
Adalah jantung sebuah organisasi
Yang memompa darah
Ke setiap jengkal tubuhnya

Yang mensuplai oksigen 
hingga ke ujung rambut
Yang memberikan nya kehidupan
Yang menggetarkan denyut nadi nya


Dan Ikasanmar menyadari hal itu

Jiwa itu
Jiwa sosial yang sama itu
Jiwa yang membuat nya lahir itu
 Senantiasa dijaga dan dipelihara

Diberi asupan nutrisi
agar semakin dewasa dan berkembang
agar menjadi mandiri dan berdampak



Tanpa koordinasi dan komunikasi
dengan saudara mereka di Bali, 
Ikasanmar Malang pun ternyata telah 
Mencanangkan program yang sama
Dalam rangka ulang tahun nya di bulan ini

Charity Program 
Yang bukan program biasa ini
Akan digelar Ikasanmar Malang 
Pada hari Minggu,  19 Januari 2020
Di yayasan Bakti Luhur di Mondoroko

Gunakan tangan mu untuk memapah
sesama yang tidak berdaya
Gunakan hati mu untuk merasakan
derita mereka
Tebarkan kasih dan kepedulian
dalam setiap langkahmu
Lakukan kebaikan
sebelum habis waktumu di dunia
( Yudi Gunawan - Ikasanmar Bali Nusra )



Hidup,  Ikasanmar Bali Nusra
Hidup,  Ikasanmar Malang
Hidup,  Ikasanmar ku!! 


Tidak ada komentar:

Posting Komentar