Memiliki pekerjaan tetap adalah impian setiap anak muda.
Status yang jelas mengangkat derajat mereka dan keluarga.
Jam kerja yang pasti memberikan waktu lebih banyak untuk keluarga.
Income yang pasti memudahkan mereka mengatur rencana-rencana keuangan nya.
Fasilitas yang ada memberi mereka sebuah gaya hidup yang elegant.
Bahkan beberapa perusahaan menjamin kehidupan karyawan nya pada saat purna tugas.
Dengan berbagai kemudahan yang diberikan perusahaan itu
Tidak heran banyak anak muda yang terperangkap di dalam nya
Tanpa mereka sadari,
perusahaan sudah "membeli" mereka
Waktu mereka
Tenaga mereka
Ide mereka
Bahkan masa depan mereka
Beberapa karyawan bangga
dengan status nya sebagai karyawan teladan
Beberapa lagi mengagungkan perusahaan nya
yang sanggup memberikan mereka bonus dan intensif
sebesar puluhan gaji bulanan nya.
Tanpa mereka sadari
Bonus itu hanya sebagian kecil
dari keuntungan perusahaan
Pride itu hanya lah
sebuah rantai kasat mata
yang mengikat karyawan nya
Kebanggaan itu semu dan sementara
Ketika tahun berganti dan usia bertambah
Ketika regenerasi harus terjadi
Ketika produktifitas menurun
Sebuah jabat tangan
penuh ucapan terima kasih pun
menghantarkan nya keluar
melalui pintu perusahaan
Dan nama mereka pun terlupakan
So tragic
Seorang anak muda lulusan SMAK St. Maria Langsep Malang,
dapat melihat tragedi itu jauh sebelum itu terjadi di dalam kehidupan nya.
Yudi Gunawan
Tidak mudah bagi nya melepaskan status nya sebagai karyawan saat itu
Sebagai karyawan muda, kebutuhan hidup yang meningkat tajam
Tidak lah diikuti oleh peningkatan penghasilan nya.
Namun tidak dapat diingkari.
Something is better than nothing
Sesuatu lebih baik dari pada tidak ada sama sekali.
Itulah "penyakit" seorang karyawan
Dan itulah yang telah berhasil dikalahkan lelaki muda ini.
Dengan hanya berbekal 800 ribu rupiah di tabungan,
anak muda ini memutuskan untuk berhenti bekerja di kantor nya.
Ditambah dengan resiko tidak mendapatkan income bulan berikutnya
Tentu saja, ada kekhawatiran menyelinap.
Bagaimana bila bulan depan tabungan itu malah habis ?
Bagaimana dengan biaya bulanan yang menjadi tanggungjawab nya ?
Sebuah keputusan yang berani !!
Juni 2015.
Dengan modal awal 800 ribu rupiah tersebut, dan dengan peralatan sederhana nya di dalam kamar kost nya, anak muda ini mulai membuat adonan nya yang pertama.
dapat melihat tragedi itu jauh sebelum itu terjadi di dalam kehidupan nya.
Yudi Gunawan
Tidak mudah bagi nya melepaskan status nya sebagai karyawan saat itu
Sebagai karyawan muda, kebutuhan hidup yang meningkat tajam
Tidak lah diikuti oleh peningkatan penghasilan nya.
Namun tidak dapat diingkari.
Something is better than nothing
Sesuatu lebih baik dari pada tidak ada sama sekali.
Itulah "penyakit" seorang karyawan
Dan itulah yang telah berhasil dikalahkan lelaki muda ini.
Dengan hanya berbekal 800 ribu rupiah di tabungan,
anak muda ini memutuskan untuk berhenti bekerja di kantor nya.
Ditambah dengan resiko tidak mendapatkan income bulan berikutnya
Tentu saja, ada kekhawatiran menyelinap.
Bagaimana bila bulan depan tabungan itu malah habis ?
Bagaimana dengan biaya bulanan yang menjadi tanggungjawab nya ?
Satu motivasi di acara TV Kick Andy membakar jiwa muda nya saat itu
"Kesuksesan tidak diukur
dari seberapa besar kekayaan kita,
tetapi dari seberapa besar kemampuan kita
menggunakan potensi yamg dimiliki
dari kekurangan kita".
Kata-kata itu pun disimpan nya di dalam hati
Diucapkan nya melalui lidah dan bibirnya
Setiap hari
Setiap waktu
Setiap helaan napas nya
Hingga menjadi rhema di dalam aliran pembuluh darah nya
Dan akhirnya menggerakkan anggota tubuh nya
Untuk bergerak dan mengambil keputusan
"Saya semakin bertekad
dan menyatakan mengundurkan diri dari kantor
meskipun saat itu belum mempunyai
pekerjaan pengganti.
Tekad saya hanya ingin
mengembangkan talenta dan potensi
yang saya miliki."
Sebuah keputusan yang berani !!
Juni 2015.
Dengan modal awal 800 ribu rupiah tersebut, dan dengan peralatan sederhana nya di dalam kamar kost nya, anak muda ini mulai membuat adonan nya yang pertama.
Kehidupan nya pun berubah total sedari itu.
Tidak ada lagi acara ngopi bareng teman teman ketika membuka hari
Tidak ada lagi agenda makan siang bareng sahabat
Apalagi hangout selepas jam kantor
Seorang anak muda
harus melepaskan semua kesenangan itu
Demi sebuah mimpi !!
Mudah ?
Tentu saja tidak !
"Saya berjuang supaya siomay itu laku dan besok bisa belanja lagi. Karena tidak memiliki modal dan freezer, 3 bulan pertama saya harus bekerja keras.Saya bangun jam 2 pagi dan tidur jam 11 malam . Setiap hari. Untuk bisa membeli 1 unit freezer seharga 3,5 juta," aku nya mengenang awal mula usaha nya itu.
"Setelah memiliki 1 unit freezer, saya bisa tidur agak lama bangun jam 4 atau 5 pagi karena sudah punya stock buat simpanan siomay yang bisa dijual." ceritanya melanjutkan.
"Ketekunan dan semangat saja yang saya miliki agar siomay buatan saya itu laku terjual"
Seturut berjalannya waktu, melalui semangat, tekun, rajin, disiplin, sunguh - sungguh, niat baik, kerja keras, tidak mengeluh, selalu bersyukur, keuletan dan berkat Sang Pencipta semakin hari semakin rame dan genap 8 bulan saya bisa membeli 1 unit sepeda motor baru seharga 21 juta cash."
anak muda ini membagikan resep nya.
Satu buah freezer pun menelorkan freezer kedua.
Ketiga dan keempat.
Hari ini, setelah hampir empat tahun lamanya, tujuh buah freezer dan dua buah kulkas mengisi kamar kost nya yang sudah menjadi tiga buah kamar itu.
Produksi siomay nya pun sudah stabil setiap bulannya diatas 5.000 buah setiap bulannya dan jika musim liburan bisa 10.000 hingga 12.000 buah.
Keberanian nya mengambil keputusan
Teraduk sempurna dengan
semangat yang tidak pernah putus
Sensasi ketekunan pun
Terasa dari gigitan pertama
siomay buatan nya itu.
Melalui 75 buah siomay
yang disumbangkan nya
pada perayaan ulang tahun ke 2
Ikasanmar Bali Nusra
bulan April 2019 lalu,
anak muda ini seakan mengajak
para anggota nya
untuk merasakan keberanian dan ketekunan itu
dalam aliran darah mereka.
dalam aliran darah mereka.
Ide ide baru senantiasa datang.
Inovasi dan kreasi
tidak pernah lalai mengiringi sebuah ketekunan.
Setelah berbagai varian siomay dihasilkannya
Bakwan dan bakso,
Bahkan sambal pun diubahnya
menjadi wadah untuk menerima berkat Tuhan
Bahkan sambal pun diubahnya
menjadi wadah untuk menerima berkat Tuhan
Ditambah dengan penggunaan fasilitas teknologi
dengan sosial media nya
CUTAM Kuliner Bali mudah kita dapatkan hari ini
Luar biasa !
Buat teman - teman yang ingin
memulai usaha sendiri
dan belum mempunyai modal
jangan takut
karena bukan modal yang terutama
bisa membuat orang sukses
tetapi ketekunan dan semangat
itu yang utama.
Tetap berkeyakinan dan selalu beryukur
buat setiap berkat yang Sang Pencipta beri.
Mau sedikit atau banyak setiap hari
harus tetap bersyukur
karena semakin kita mencintai pekerjaan
apalagi itu sebagai hobby
maka setiap hari akan sangat menyenangkan.
Jangan lupa juga berbagi buat orang lain
maka semua akan semakin dilancarkan..
( Yudi Gunawan/2002 - Ikasanmar Bali Nusra )
( Yudi Gunawan/2002 - Ikasanmar Bali Nusra )
Terima kasih untuk ide mu, brother
Terima kasih untuk pembelajaran mu
Terima kasih telah berbagi untuk kami
Keluarga kedua mu,
Ikatan Alumni Keluarga Besar
Ikatan Alumni Keluarga Besar
SMAK St. Maria Langsep Malang













Mantap keren terimakasih. Semoga bisa menjadi berkat buat semua.. semangat
BalasHapusRuarrr Biasaaaa 👍🏻👍🏻👍🏻
BalasHapusKereeennn......👍👍
BalasHapusJalan kehidupan tidak dpt ditebak, hanya semangat dan ketekunan yang bisa mengantar kita pada kesuksesan. Sukses buat usahanya semoga tambah lancar dan dilancarkan usahanya
BalasHapusMantappp. . Out the box
BalasHapusMantul����. Semoga menjadi inspirasi dan motivasi bagi yang lain.
BalasHapussukses bro...
BalasHapus