Kamis, 06 Juni 2019

R E U N I - The Priceless Gift

Mendengar kata yang satu ini, sontak pikiran setiap kita berkelana ke sebuah acara ngumpul bareng dengan teman lama.

Reuni sekolah.
Reuni teman kuliah.
Reuni teman kerja.
Reuni keluarga.

Pertanyaan selanjutnya pun sering kita lontarkan, "Siapa aja yang datang ?"




Lahir nya ide reuni adalah dari sekelompok orang yang terbiasa dengan  individualism nya.

Mereka yang berada di belahan bumi sebelah terlalu sibuk dengan urusan keluarga inti mereka, dengan urusan pribadi mereka.

Mereka bertemu satu sama lain hanya pada saat-saat tertentu.

Bagi mereka, menghabiskan waktu dengan kelompok lain yang tidak memberikan keuntungan apa-apa hanyalah wasting time, buang waktu, buang tenaga, buang uang juga.

Adanya rasa kangen pada masa-masa kebersamaan mereka lah yang membuat mereka mengadakan pertemuan-pertemuan itu sesekali waktu.

Terlepas dari kesibukan dan tanggungjawab mereka saat ini
Terlepas dari keuntungan dan kerugian nya
Terlepas dari prinsip individualism mereka

Mereka tetap seorang anak manusia
Yang memiliki hati dan nurani
Yang memiliki memory dan mimpi
Yang mempunyai naluri sebagai makhluk sosial


Dan kata REUNI pun lahir
Re - kembali
Uni - berkumpul

Dua dekade terakhir, seiring dengan semakin menjamur nya jaring sosial, masyarakat kita pun mulai meng adopt budaya tersebut.

Berbeda dengan budaya asalnya, yang hanya bertemu satu dengan lain bila ada urusan, kita dibesarkan dengan adat ketimuran yang kental dengan "mangan gak mangan pokok e kumpul."

Sehingga, fungsi reuni pun memudar.

"Menjalin silaturahmi," adalah tagline yang sering dipakai dalam setiap undangan reuni, 

Adalah kata-kata basi untuk masyarakat  yang sudah menjadikan silaturahmi sebagai makanan sehari-hari mereka.

Toh tanpa reuni, kita sering kumpul,
Toh tanpa reuni, kita sering jalan bareng.
Toh tanpa reuni, kita sering diskusi bareng.


Sobat,

Kita memang tidak memerlukan acara silaturahmi officially.
Budaya kita memang berbeda dengan budaya luar tempat lahir nya ide reuni.

Bagi sebagian besar kita, reuni hanyalah sebuah pitstop.
Sebuah oase.
Sebuah tempat perhentian dari penat dan lelah dengan beban kita masing-masing.

Tidak heran, banyak rekan yang tinggal nun jauh di sana memasukkan setiap agenda reuni di kota kenangan mereka sebagai top priority .

Rasa rindu mereka pada rekan nya dulu
Tercampur aduk dengan hasrat untuk melepaskan beban pikiran mereka akan tanggungjawab yang semakin berat dari hari ke hari.

Mereka ingin tertawa bersama seperti dulu lagi
Mereka rindu bercengkrama lagi
Mereka menantikan saat-saat kembali ke masa-masa itu lagi.

Lingkungan asing yang terbentuk seiring dengan datangnya tugas dan kewajiban mereka tidak mampu memberikan itu semua untuk mereka,


Dan siapa yang bisa menjamin
bahwa orang yang ingin ditemuinya secara pribadi 
bukanlah aku?
bahwa orang yang ingin dilihatnya kembali 
bukanlah kamu?

Setelah puluhan tahun terpisah, penulis bertemu dengan seorang rekan kerja, sebulan sebelum dia kembali kepada tanah dan debu. 

Kalimatnya saat itu masih terngiang sampai hari ini, "Aku sudah lama pengen ngobrol sama kamu lebih sering. Terimakasih sudah menyempatkan diri."

Makjleeeggggg !! 

Penyesalan selalu datang di akhir cerita.
Penyesalan ku melewatkan ratusan kesempatan selama puluhan tahun 
Membawa langkah ku untuk berbalik


Sahabat,

Mungkin tidak banyak yang kita kenal di jaman sekolah dulu
Mungkin kita hanyalah seorang murid biasa
Bahkan mungkin tidak banyak yang bakal ingat siapa kita

Tapi ingatkah kita pada dia yang selalu mencuri perhatian kita walau dia nggak kenal kita ?
Bahkan mungkin kita pun tidak mengenal nya lebih dari sekedar sebuah nama

Dia yang selalu menjadi topik pembicaraan kita dengan seorang sahabat dekat
Dia yang kemudian menghilang entah ke mana


Selalu ada yang merindukan mu
Selalu ada yang mencari mu
Selalu ada yang mengagumi mu

Reuni adalah sebuah kepedulian 
Memberikan setetes air 
bagi mereka yang dahaga

Reuni adalah sebuah kesempatan
Berbagi kebahagiaan dan kegirangan
Senyum dan tawa

Reuni adalah sebuah kebanggaan
Merangkul setiap kenangan
Selagi masih ada waktu

Reuni adalah sebuah anugerah
Hadiah yang tidak dapat dibeli 
dengan tumpukan kekayaan

Reuni adalah sinar matahari
Yang murah tapi mahal
Yang ada tiap hari tapi langka


Reuni
The Priceless Gift
ada di hadapan kita saat ini

Dilandasi dengan kepedulian
Disiapkan dengan keringat
Dibalut dengan cinta
SMAK St. Maria Langsep Malang


Dikemas dalam satu paket dengan agenda tahunan Ikasanmar dan pihak sekolah, Playon, Reuni Akbar 55 tahun pada bulan September tahun 2019 ini adalah tindaklanjut dari reuni-reuni akbar sebelum nya.

"Dibandingkan dengan Reuni 15 tahun lalu atau Reuni Emas 5 tahun lalu, reuni kali ini menjadi tantangan tersendiri, karena hampir setiap angkatan sudah memiliki group di jaring sosial,"  ungkap pak Noegroho dari angkatan 1979 yang menjadi ketua panitia.

Tantangan itu lah yang melahirkan misi 
bagi kegiatan reuni kali ini.

Seiring dengan tuntutan jaman
Laboratorium IPA yang lebih modern
Ada di dalam hati dan pikiran panitia


Akan kah kita biarkan hadiah yang disediakan
untuk ku dan untuk mu ini
terkubur dalam album kenangan
di layar gadget dan komputer kita saja ?

Akan kah kita melewatkan satu hari
untuk sebuah kenangan sepanjang masa
untuk indah nya berbagi
untuk sebuah rasa memiliki
untuk segenggam harap seorang teman

Akankah kita mengijinkan
kekecewaan seorang sahabat terukir
penyesalan datang
dan waktu berlalu

Tanyakan pada ku
Dan aku akan menjawab lantang
TIDAK AKAN


Kan ku catat tanggal nya
Kan ku kosongkan agenda ku
Sabtu, 21 September 2019
Hanya untuk berada di sana
Golf Terrace Araya Malang

Karena kamu ada di hati ku
Seperti aku ada di hati mu

Karena kamu ada pada saat aku perlu
Aku pun ada pada saat kamu perlu
Seorang teman untuk bicara
Seorang teman untuk bercanda
Seorang teman untuk bersama
mengisi hari hari ku



Sedikitpun engkau tidak berubah, kawanku
Kau masih seperti yang dulu yang selalu kurindu

Senyuman manis mu 
membuatku merasa nyaman
Dan jabat erat tangan mu 
membuatku merasa aman

Waktu telah mengantar kita 
pada satu titik pengertian
Bahwa hidup kita di dalam dunia
Tidak ada keabadian

( Kang Undhiez )



Semangat, Panitia Reuni !!

Bravo, IKASANMAR !!


Tidak ada komentar:

Posting Komentar