Reuni sekolah.
Reuni teman kuliah.
Reuni teman kerja.
Reuni keluarga.
Pertanyaan selanjutnya pun sering kita lontarkan, "Siapa aja yang datang ?"
Lahir nya ide reuni adalah dari sekelompok orang yang terbiasa dengan individualism nya.
Mereka yang berada di belahan bumi sebelah terlalu sibuk dengan urusan keluarga inti mereka, dengan urusan pribadi mereka.
Mereka bertemu satu sama lain hanya pada saat-saat tertentu.
Bagi mereka, menghabiskan waktu dengan kelompok lain yang tidak memberikan keuntungan apa-apa hanyalah wasting time, buang waktu, buang tenaga, buang uang juga.
Adanya rasa kangen pada masa-masa kebersamaan mereka lah yang membuat mereka mengadakan pertemuan-pertemuan itu sesekali waktu.
Terlepas dari kesibukan dan tanggungjawab mereka saat ini
Terlepas dari keuntungan dan kerugian nya
Terlepas dari prinsip individualism mereka
Mereka tetap seorang anak manusia
Yang memiliki hati dan nurani
Yang memiliki memory dan mimpi
Yang mempunyai naluri sebagai makhluk sosial
Dan kata REUNI pun lahir
Re - kembali
Uni - berkumpul
Dua dekade terakhir, seiring dengan semakin menjamur nya jaring sosial, masyarakat kita pun mulai meng adopt budaya tersebut.
Berbeda dengan budaya asalnya, yang hanya bertemu satu dengan lain bila ada urusan, kita dibesarkan dengan adat ketimuran yang kental dengan "mangan gak mangan pokok e kumpul."
Sehingga, fungsi reuni pun memudar.
"Menjalin silaturahmi," adalah tagline yang sering dipakai dalam setiap undangan reuni,
Adalah kata-kata basi untuk masyarakat yang sudah menjadikan silaturahmi sebagai makanan sehari-hari mereka.
Toh tanpa reuni, kita sering kumpul,
Toh tanpa reuni, kita sering jalan bareng.
Toh tanpa reuni, kita sering diskusi bareng.
Sobat,
Kita memang tidak memerlukan acara silaturahmi officially.
Budaya kita memang berbeda dengan budaya luar tempat lahir nya ide reuni.
Bagi sebagian besar kita, reuni hanyalah sebuah pitstop.
Sebuah oase.
Sebuah tempat perhentian dari penat dan lelah dengan beban kita masing-masing.
Tidak heran, banyak rekan yang tinggal nun jauh di sana memasukkan setiap agenda reuni di kota kenangan mereka sebagai top priority .
Rasa rindu mereka pada rekan nya dulu
Tercampur aduk dengan hasrat untuk melepaskan beban pikiran mereka akan tanggungjawab yang semakin berat dari hari ke hari.
Mereka ingin tertawa bersama seperti dulu lagi
Mereka rindu bercengkrama lagi
Mereka menantikan saat-saat kembali ke masa-masa itu lagi.
Lingkungan asing yang terbentuk seiring dengan datangnya tugas dan kewajiban mereka tidak mampu memberikan itu semua untuk mereka,
Dan siapa yang bisa menjamin
bahwa orang yang ingin ditemuinya secara pribadi
bukanlah aku?
bahwa orang yang ingin dilihatnya kembali
bukanlah kamu?
Setelah puluhan tahun terpisah, penulis bertemu dengan seorang rekan kerja, sebulan sebelum dia kembali kepada tanah dan debu.
Kalimatnya saat itu masih terngiang sampai hari ini, "Aku sudah lama pengen ngobrol sama kamu lebih sering. Terimakasih sudah menyempatkan diri."
Makjleeeggggg !!
Penyesalan selalu datang di akhir cerita.
Penyesalan ku melewatkan ratusan kesempatan selama puluhan tahun
Membawa langkah ku untuk berbalik
Sahabat,
Mungkin tidak banyak yang kita kenal di jaman sekolah dulu
Mungkin kita hanyalah seorang murid biasa
Bahkan mungkin tidak banyak yang bakal ingat siapa kita
Tapi ingatkah kita pada dia yang selalu mencuri perhatian kita walau dia nggak kenal kita ?
Bahkan mungkin kita pun tidak mengenal nya lebih dari sekedar sebuah nama
Dia yang selalu menjadi topik pembicaraan kita dengan seorang sahabat dekat
Dia yang kemudian menghilang entah ke mana
Selalu ada yang merindukan mu
Selalu ada yang mencari mu
Selalu ada yang mengagumi mu
Reuni adalah sebuah kepedulian
Memberikan setetes air
bagi mereka yang dahaga
Reuni adalah sebuah kesempatan
Berbagi kebahagiaan dan kegirangan
Senyum dan tawa
Reuni adalah sebuah kebanggaan
Merangkul setiap kenangan
Selagi masih ada waktu
Reuni adalah sebuah anugerah
Hadiah yang tidak dapat dibeli
dengan tumpukan kekayaan
Reuni adalah sinar matahari
Yang murah tapi mahal
Yang ada tiap hari tapi langka
Reuni
The Priceless Gift
ada di hadapan kita saat ini
Dilandasi dengan kepedulian
Disiapkan dengan keringat
Dibalut dengan cinta
SMAK St. Maria Langsep Malang
Dikemas dalam satu paket dengan agenda tahunan Ikasanmar dan pihak sekolah, Playon, Reuni Akbar 55 tahun pada bulan September tahun 2019 ini adalah tindaklanjut dari reuni-reuni akbar sebelum nya.
"Dibandingkan dengan Reuni 15 tahun lalu atau Reuni Emas 5 tahun lalu, reuni kali ini menjadi tantangan tersendiri, karena hampir setiap angkatan sudah memiliki group di jaring sosial," ungkap pak Noegroho dari angkatan 1979 yang menjadi ketua panitia.
Tantangan itu lah yang melahirkan misi
bagi kegiatan reuni kali ini.
Seiring dengan tuntutan jaman
Laboratorium IPA yang lebih modern
Ada di dalam hati dan pikiran panitia
Akan kah kita biarkan hadiah yang disediakan
untuk ku dan untuk mu ini
terkubur dalam album kenangan
di layar gadget dan komputer kita saja ?
Akan kah kita melewatkan satu hari
untuk sebuah kenangan sepanjang masa
untuk indah nya berbagi
untuk sebuah rasa memiliki
untuk segenggam harap seorang teman
Akankah kita mengijinkan
kekecewaan seorang sahabat terukir
penyesalan datang
dan waktu berlalu
Tanyakan pada ku
Dan aku akan menjawab lantang
TIDAK AKAN
Kan ku catat tanggal nya
Kan ku kosongkan agenda ku
Sabtu, 21 September 2019
Hanya untuk berada di sana
Golf Terrace Araya Malang
Karena kamu ada di hati ku
Seperti aku ada di hati mu
Karena kamu ada pada saat aku perlu
Aku pun ada pada saat kamu perlu
Seorang teman untuk bicara
Seorang teman untuk bercanda
Seorang teman untuk bersama
mengisi hari hari ku

Sedikitpun engkau tidak berubah, kawanku
Kau masih seperti yang dulu yang selalu kurindu
Senyuman manis mu
membuatku merasa nyaman
Dan jabat erat tangan mu
membuatku merasa aman
Waktu telah mengantar kita
pada satu titik pengertian
Bahwa hidup kita di dalam dunia
Tidak ada keabadian
( Kang Undhiez )
untuk ku dan untuk mu ini
terkubur dalam album kenangan
di layar gadget dan komputer kita saja ?
Akan kah kita melewatkan satu hari
untuk sebuah kenangan sepanjang masa
untuk indah nya berbagi
untuk sebuah rasa memiliki
untuk segenggam harap seorang teman
Akankah kita mengijinkan
kekecewaan seorang sahabat terukir
penyesalan datang
dan waktu berlalu
Tanyakan pada ku
Dan aku akan menjawab lantang
TIDAK AKAN
Kan ku catat tanggal nya
Kan ku kosongkan agenda ku
Sabtu, 21 September 2019
Hanya untuk berada di sana
Golf Terrace Araya Malang
Karena kamu ada di hati ku
Seperti aku ada di hati mu
Karena kamu ada pada saat aku perlu
Aku pun ada pada saat kamu perlu
Seorang teman untuk bicara
Seorang teman untuk bercanda
Seorang teman untuk bersama
mengisi hari hari ku

Sedikitpun engkau tidak berubah, kawanku
Kau masih seperti yang dulu yang selalu kurindu
Senyuman manis mu
membuatku merasa nyaman
Dan jabat erat tangan mu
membuatku merasa aman
Waktu telah mengantar kita
pada satu titik pengertian
Bahwa hidup kita di dalam dunia
Tidak ada keabadian
( Kang Undhiez )










Tidak ada komentar:
Posting Komentar