Liburan telah usai.
Kubuka kembali kumpulan gambar yang sempat kurekam di kota tempat aku menghabiskan masa remaja ku dulu, Malang.
Masih terasa perihnya hati pertama kali dulu ketika takdir membawa ku ke kota dingin ini.
Tidak adanya pilihan memaksa ku untuk belajar menerima takdir tersebut.
Sebagai anak remaja,
aku memilih untuk menikmati masa masa itu
ketimbang hanyut dalam masalah orang dewasa.
Kami memilih untuk bahagia.
Kami memilih untuk bermain.
Kami memilih untuk memanfaatkan hari hari
yang tidak mungkin terulang kembali
Dan tempat pertama
yang kami kunjungi saat itu
adalah sebuah bangunan tua
dengan warna dominan merah
di salah satu sudut kota,
Sebuah bangunan yang tampak serupa
dengan bangunan tempat kami bermain
di kota asal kami.
Sebuah bangunan yang membuat
kami merasa di rumah sendiri.
Lebih dari tiga puluh tahun kemudian
Aku kembali melangkah ke halaman bangunan ini
Klenteng Eng An Kiong
di kawasan kota lama Malang
Dan yang pertama kali kucari adalah jajanan nya
Yang selalu ada setiap kali
ada pertunjukan wayang potehi,
pertunjukan boneka kayu adat Tionghoa
Tidak sulit mencari pujasera
khas Klenteng Malang ini
karena segera kami temui sebelum kaki kami menapak tanah
di area parkir bangunan itu
Let's check it out
Let's check it out
Suka sate babi ?
Sate babi klenteng layak di coba
Potongan daging yang cukup besar
Dimasak bersama dengan lemaknya
Membuat nya terasa meleleh di lidah
Ditambah dengan saus kecap
dan irisan bawang merah
Sate babi klenteng layak di coba
Potongan daging yang cukup besar
Dimasak bersama dengan lemaknya
Membuat nya terasa meleleh di lidah
Ditambah dengan saus kecap
dan irisan bawang merah
Mengundang air liur siapa pun
bahkan hanya dengan melihat nya
bahkan hanya dengan melihat nya
Dan segarnya tetesan
air jeruk nipis
Menguatkan aroma dagingnya
Soooo yummyyy......
Stand lain nya tidak kalah menarik
Ada kue moho dengan
proses fermentasi nya yang berhari-hari
yang membuat kue mangkok yang satu ini
terasa gurih dan kenyal
Ada pula cakue, jajanan lawas
yang biasa dimakan berkuah jahe
dengan kacang nya
Pas banget sebagai udapan di Malang yang dingin
Pada stand yang sama itu pula
Tampak dua buah kompor dengan
penggorengan yang besar
Dari dalam minyak panas itu
beberapa heci ukuran raksasa
mengundang rasa penasaran ini
Heci jumbo yang dikenal dengan
nama heci Koh Steven ini
memiliki berbagai isian unik
yang bisa kita pesan sesuai selera
Stand lain nya tidak kalah menarik
Ada kue moho dengan
proses fermentasi nya yang berhari-hari
yang membuat kue mangkok yang satu ini
terasa gurih dan kenyal
Ada pula cakue, jajanan lawas
yang biasa dimakan berkuah jahe
dengan kacang nya
Pas banget sebagai udapan di Malang yang dingin
Pada stand yang sama itu pula
Tampak dua buah kompor dengan
penggorengan yang besar
Dari dalam minyak panas itu
beberapa heci ukuran raksasa
mengundang rasa penasaran ini
Heci jumbo yang dikenal dengan
nama heci Koh Steven ini
memiliki berbagai isian unik
yang bisa kita pesan sesuai selera
Masih ada tempat di lambung kita ?
Rujak Cingur Klenteng
atau Mie Pangsit Afuk
Layak untuk disinggahi
Selesai wisata kuliner,
masih dalam area yang sama,
kami pun melangkah masuk
ke dalam tempat ibadah itu
ke dalam tempat ibadah itu
Seperti puluhan tahun lalu
Aura kedamaian kental terasa di dalam nya
membuat kami merasa nyaman
Walau kami datang bukan untuk beribadah atau sembahyang
Berbeda dengan tiga puluh tahun lalu
Kali ini aku melangkah dengan passion yang berbeda
Bangunan itu jauh lebih indah, memang
Beberapa pengunjung tampak mengambil gambar kenangan di sana
Ada cerita di tempat ini
Ada kisah
Ada sejarah
Ada tokoh
Ada adat budaya
Ada nilai-nilai kehidupan
yang bisa kita pelajari
dari buku - buku yang tertata
rapi di pojok ruangan
Bangunan merah kuning ini
bukan sekedar tempat ibadah
Bangunan merah kuning ini
adalah saksi bisu lahir nya
keberadaan masyarakat Tionghoa di sana
Bangunan merah kuning ini
adalah tempat sebuah keluarga besar
berkumpul, bercerita dan bercengkrama
Bangunan merah kuning ini
Adalah tempat bagi setiap kita
tanpa memandang kasta
dan tingkatan sosial ekonomi
Bangunan merah kuning ini
sudah menjadi tempat wisata wajib
Bagi para pengunjung kota Malang
Mulai wisata kuliner
Wisata budaya dan sejarah
Wisata rohani
Dalam satu area
Klenteng Eng An Kiong
Malang
Very recommended
buat para wisatawan kota ini
Menyempatkan satu dua jam
Tidak lah berlebihan
di sela sela padat nya agenda
Let's hang out and walk out
in a small reunion with friends
Bravo, kotaku !!

















































