Kamis, 16 Mei 2019

Cafe Tokoh : Y P I E di Mata Kami

Kita pernah punya murid bule lhoooo......

Kata kata itu sontak menggelitik rasa ingin tau ku.

Kehadirannya dalam perayaan Hari Pendidikan Nasional 2019 di SMAK St. Maria Langsep Malang mencuri perhatian setiap mata di sana.

Bersama dua orang anak gadisnya, perempuan yang sudah fasih berbahasa Indonesia ini tampak seperti berada di rumah nya sendiri.


YPIE panggilan nya. 

Tiba di sekolah kita pada tahun 1994 lewat sebuah program pemerintah kedua negara pada saat itu, perempuan muda ini seakan menemukan mimpi nya untuk lebih mengenal bangsa ini. 

Sejarah bangsa nya yang sempat berada di sini selama lebih dari tiga abad membuat nya penasaran seperti apakah negara ini. 

Indah kah? 
Menyenangkan kah? 
Menarik kah? 

Ypie kecil pun menyusun rencana untuk dapat menyelami bangsa dan negara yang sempat "membelenggu rasa cinta" kakek buyut nya itu, langsung ke sumber nya.

Bukan hanya berkunjung,  
namun tinggal bersama keluarga Indonesia

Makan makanan yang dimakan bangsa ini
Berkomunikasi dengan bahasa yang digunakan bangsa ini
Minum air yang diminum bangsa ini
Melakukan aktivitas harian bangsa ini
Berpikir dengan pola pikir bangsa ini. 


Walau ditentang orang tua nya. 
Walau harus membiayai sendiri. 
Ypie muda tidak pernah berhenti melangkah untuk mengeksekusi rencana nya itu

Dan ketika kesempatan tiba lewat program pertukaran pelajar antara dua negara,  perempuan muda ini tidak menyianyiakan nya. 

SMAK St. Maria di Langsep Malang 
adalah tujuan yang dipilih pemerintah
adalah tujuan yang tidak pernah disesali nya.


Di sanalah dia belajar semua 
tentang bangsa ini. 
Belajar kesalahan nya 
dari "kelapa" sekolah.

Belajar makan tanpa menggunakan 
sendok dan garpu,  
atau bahkan tanpa pisau makan.

Belajar keramahtamahan
Belajar memuji 
Belajar menahan diri 
demi seonggok tatakrama ketimuran


"Menurut ku Ypie orang yang cepat sekali untuk beradaptasi.  
Dia berusaha menyesuaikan diri 
di lingkungan dan budaya yang baru.
Contoh kecilnya dia selalu mau mencoba makanan baru,
hampir semua makanan dia suka. 
Dari sisi ini saja kita bisa menilai 
dia orang sangat terbuka dengan hal-hal yang baru." 
kenang seorang kawan 
di awal awal persahabatan nya 
dengan gadis berlatangbelakang beda ini. 


"Ypie juga orangnya jujur apa adanya
Mungkin karena budaya di sana seperti itu
Pertamakali aku ketemu dia, aku ngeliat dia cantik banget
Dan aku langsung ngomong ke dia dan memuji kecantikannya
Tapi dia marah, karena merasa dihina
Bahkan sampai hampir memukul ku dengan tongkat sapu pak Bon yang segede gajah itu."

Sebuah pengalaman luar biasa tentang perbedaan budaya dari seorang Ypie.

Setiap liburan sekolah waktu itu,  dia selalu datang ke sebuah desa kecil di Malang Selatan,  Turen.


Kesukaan nya pada suasana desa dengan segala aktivitas nya masih tetap ada dalam memori nya. 
Dan itulah agenda wajib nya tiap kali berkunjung ke Indonesia puluhan tahun berikut nya. 

Bukan tempat tempat wisata wajib untuk tamu mancanegara. 
Bukan resto-resto dunia yang sudah menjamur di sini. 
Bukan steak, tapi tempe.
Bukan burger, tapi perkedel.

Perempuan asli Belanda ini bangga menjadi orang Indonesia,  sehingga dia sempat berteriak kepada mereka yang meneriaki nya bule.

"Saya orang Indonesia ya....  Saya bukan bule. "


Makjleg !!!

Sementara generasi muda bangsa ini mati matian agar tampak bule dengan mewarnai rambut dan mengganti warna bola mata nya,  seorang perempuan dari sana justru merasakan kebanggaan menjadi orang Indonesia !!!

"Saya memang dari Belanda,  tapi saya bukan penjajah DAMAI"

Rasa bersalah nya akan perlakuan nenek moyang nya dulu kah yang mempengaruhi nya? 
Hanya seorang Ypie yang tau jawaban nya. 



Usai program nya di sekolah kita,  hubungan antara dua negara lewat persahabatan kedua anak bangsa ini seakan menggenapi Visi program pertukaran pelajar ini. 

Ketika gempa bumi melanda Jogja dan sekitarnya di tahun 2005,  Ypie menggalang dana dari komunitasnya di Belanda untuk diberikan langsung kepada para korban bencana di sana. 


Bukan hanya itu.

Kepedulian nya terhadap dunia pendidikan di negara ini menggerakkan nya untuk anak anak yang membutuhkan biaya sekolah. 

Bahkan kepada seorang  anak yang memerlukan kacamata,  dibelikannya kacamata.
Dibelikannya kamus untuk dia yang tertarik dengan bahasa. 

Sementara itu,  seorang teman masa remaja nya memiliki kenangan sendiri tentang bule satu ini.   

Ypie orannya perhatian, tidak cuek.

Gara gara helm bebek 
sebagai kenang kenangan kami di masa SMA, 
ketika kunjungan nya 24 tahun kemudian,  
secara kebetulan Ypie menemukan tas 
bertuliskan "bule naik motor bebek"
 langsung dia cari pegawainya 
minta dicarikan tas dengan tulisan yang sama, 
satu buat dia, satu buat bebek katanya.


Namun untuk beberapa hal dia bisa bersikap cuek, seperti bonceng dengan posisi miring.
Walau diperingatkan teman-teman karena kaki nya bisa terkena knalpot, dia bisa untuk tidak perduli.

Yang bikin kagum lagi 
adalah cara nya mendidik anak-anak nya 
untuk dapat bersosialisasi dengan semua orang, 
termasuk memakan apa saja yang disajikan, 
bahkan makan bakso gerobak di pinggir jalan.

Alih - alih mengikuti kemauan si anak 
agar mendapatkan makanan kesukaannya, 
ibu berhati singa ini lebih memilih
untuk membiarkan mereka kelaparan
dengan makanan asing di hadapannya

"Kalau tidak mau dimakan ya tidak usah makan."

What a wonderful way !!


Y P I E

Kami mendengar tentang negaramu
Kami mengamati budaya mu
Kami melihat attitude bangsa mu
Kami belajar tentang mu

Individualisme 
yang menjadi brand image dunia barat
Melekat erat dengan eksistensi mu 
sebagai makhluk sosial
Ketidakperdulian mu dengan masalah orang lain
Adalah bentuk rasa hormat mu pada mereka
Adalah cara mu menghormati dirimu sendiri

Terimakasih untuk pengenalan mu
Terimakasih untuk wacana baru mu
Terimakasih untuk persahabatan mu

Terima kasih untuk menjadi bagian dari
KELUARGA BESAR 
SMAK St. MARIA LANGSEP MALANG


Persahabatan ini
Persahabatan dua bangsa ini
Persahabatan dua dunia ini
Biarlah abadi
Dari generasi ke generasi

Heal the world
Make it a better place
For you and for me 
And the entire human race

There are people dying
If you care enough for the living
Make it better place
For you and for me
( Michael Jackson )



Bravo IKASANMAR !!













1 komentar: