Jumat, 31 Mei 2019

MALANG The Rising Star

Malang, kota kelahiran IKASANMAR
Cikal bakal IKASANMAR kota-kota lain
Induk organisasi alumnus ini


IKASANMAR Bali si putra mahkota
Meneladani adik-adik nya di segenap penjuru
Termasuk IKASANMAR Malang
Yang bertugas menjaga sang bunda
SMAK St. Maria Langsep Malang

Mereka tergerak untuk menunjukkan keberadaan mereka.
Keraguan beberapa orang
Dibungkus dengan antusiasm lain nya
Diikat dengan jiwa pemersatu alumnus

"Ada yang mau datang kah? "
"Sulit, soal nya sering jalan bareng juga."
"Angkatan ku susah diajak kumpul."

Setumpuk keraguan itu luntur dengan dua kata "Kita coba."

Dimulai dari satu orang saja

Satu orang yang punya inisiatif
Disempurnakan oleh teman lain nya

Satu mulut yang melontarkan ide
Diduplikasi oleh lidah dan bibir lain nya


Sepasang tangan yang menata
Diikuti oleh pasangan pasangan tangan lain nya

Satu orang menetapkan niat
Satu orang menguatkan hati
Satu orang membulatkan tekad
Satu orang menebarkan semangat

Hanya diperlukan satu jantung
Dan kehidupan pun dimulai
Hanya diperlukan satu orang
Dan IKASANMAR pun hidup


Tangan nya bergerak
Kaki nya melangkah
Suara nya terdengar
Napas nya hangat

Agenda pun disusun 
di bulan yang penuh arti 
bagi saudara saudara kita 
yang sedang menjalankan ibadah nya.

BUKA PUASA BERSAMA

"Tidak dipungut biaya."
Adalah satu Selling Idea program perdana ini.



Sebuah ide gila dari satu "orang gila"
Sebuah kalimat yang justru mampu membuat beberapa hati tergerak

Satu dua kali mereka sempat berpikir untuk berhenti
"Tidak ada yang daftar."
Menyempurnakan keraguan awal mereka.

Sebuah ajakan halus pun menggoda : Reshedule
Namun beberapa orang menyuarakan satu lagu yang sama
Sekarang, atau tidak sama sekali

Satu "orang gila" menjadi dua orang
Dua orang menjadi empat "orang gila"
Dan "orang-orang gila" pun berjemaah

Walau para pendaftar jauh di bawah angka ekpektasi mereka
Mereka tetap menyiapkan segalanya
Termasuk souvenir sebagai Welcoming Gift
Di sela-sela kesibukan mereka sebagai panitia Playon



Walau masih ada banyak berita negatif
"Orang-orang gila" ini menutup telinga mereka

"Sr. Theresela tidak bisa hadir."
Toh ada yang mewakili
"Si A, si B, si C, dan si-si lain nya mendadak tidak bisa hadir."
Toh masih ada yang lain
"Aku baru dari lokasi, masih gak ada orang."
Bentar lagi kan banyak yang datang

Dan agenda pun tetap dijalankan
Karena ada "orang-orang gila" ini
Karena ada yang menutup telinga mereka
Karena ada yang tidak mengijinkan kekhawatiran itu singgah

Meja yang kosong pun akhirnya penuh


Hasil nya ?

Lebih dari 60 orang bertemu
Di aula SMAK St. Maria Langsep Malang
di sore hari itu

Satu dua orang datang tanpa teman
Namun mereka menemukan banyak teman baru
Satu dua orang merasa asing karena beda angkatan
Namun segera mereka tidak terasing



IKASANMAR Malang - The Rising Star
Sang Bintang yang Baru Terbit

Gudang nya para alumnus
Yang sering bertemu di seputaran kota
Yang memiliki komunitas sendiri di tiap angkatan
Yang sering jalan bersama dengan membawa nama almamater

Adalah satu tantangan tersendiri
Mengumpulkan para alumnus tanpa melihat angkatan
Mengagendakan silaturahmi terlepas dari agenda akbar
di bawah bendera IKASANMAR

Sebagai kota kelahiran IKASANMAR, 
IKASANMAR Malang mengemban mandat
dari Kepala Sekolah Sr. Theresella 
lewat kata sambutan nya,

'Mari terus bergandengan tangan bersama 
memperkuat tali persaudaraan 
dalam Ikasanmar 
dan bersama mengembangkan SMAK Santa Maria 
hari ini dan yang akan datang.

"Ajak teman teman angkatan maupun lintas angkatan 
dalam berbagai kegiatan ikasanmar 
istimewanya dalam kegiatan besar September nanti 
pada saat reuni dan playon"

Terakhir, Sr. Theresella pun berpesan,

"Miliki tekad yang bulat, 
meski ada tantangan, halangan, rintangan, 
bahkan mungkin cemoohan, 
yang mempertanyakan
la opo soro-soro.
Tetapi kita akan terus berjalan."


Bahwa sumber segala Kisah adalah Kasih
Bahwa Ingin berawal dari Angan
Bahwa seorang Bintang harus tahan Banting
Bahwa untuk menjadi Gagah kau harus Gigih
( Joko Pinurbo )


Bravo, Malang !!
Bravo, IKASANMAR !


Jumat, 24 Mei 2019

Lembaran Baru IKASANMAR

Dari Santa Maria Langsep Malang yah?
Lulusan tahun berapa ?
Kepala Sekolah nya dulu siapa ya?

Yang terjadi selanjutnya adalah
Dulu wali murid nya siapa ya ?

Pertanyaan-pertanyaan itu adalah pertanyaan pertanyaan umum untuk seorang alumnus SMAK St Maria Langsep.


Apakah kita yang dulu ditanyakan, atau kah kita yang kemudian menanyakan nya ke mereka yang baru kita kenal.

Dan itulah yang membuat kita semua merasa sama, merasa menjadi saudara, menjadi sahabat, dan menjadi keluarga.

Itulah yang membuat cerita bergulir dan nostalgia menyelinap, memutar kembali film yang telah terkubur bertahun tahun, tentang lapangan basket, tentang kantin sekolah, tentang hukuman yang akhirnya menjadi bahan tertawaan, tentang malu malu kucing anak baru gede.

Satu pertanyaan iseng yang jarang terdengar adalah tentang apresiasi sekolah ketika melepas kita di tahun terakhir kita di sana.

Gimana pesta perpisahan kita dulu yah?
Ada foto nya gak yah?
Berkesankah ?



Seandainya, hanya seandainya,
aku ada di angkatan yang lulus tahun ini.....
Walaupun, hanya walaupun, 
aku bukan seorang juara umum 
atau bahkan tidak  masuk dalam golongan TOP TEN......

....... kesan mendalam akan tetap terukir sampai generasi berganti.
....... perasaan terikat dengan almamater ini tidak akan pernah terputus.

Dengan rasa bangga, 
kepada anak cucu kita, 
kita pun akan bisa bercerita,

Oma dulu itu siswa paling rajin 
baca buku di perpustakaan lhoooo

Opa dulu itu 
nggak pernah absen dari sekolah

Generasi yang lulus tahun ini, 2019, 
akan dapat menceritakan itu semua, guys......

Panggung megah karya anak-anak SMAK St Maria 
untuk Graduation Night 
yang diadakan untuk mereka bulan Mei ini 
menjadi saksi bisu kebanggaan mereka.


Kepala mereka terangkat 
walau bukan menjadi murid dengan nilai tertinggi
Kaki mereka tegap melangkah menaiki panggung 
walau bukan seorang juara 

Rasa bangga ini terukir 
walau banyak keisengan mereka 
di tahun-tahun mereka di sekolah tercinta ini.

Bukan hanya aura hasil kelulusan 100% 
yang dicapai tahun ini
yang memenuhi ballroom
di malam hari itu

Bukan hanya untuk mereka 
yang menonjol di sisi akademis
Bukan hanya untuk mereka 
yang juara di kampung St. Maria Malang

Siswa dengan tingkat kehadiran 100%
Siswa dengan tingkat solidaritas tertinggi 
Siswa dengan pengunjung perpustakaan tersering pun ada


Disaksikan oleh perwakilan 
beberapa Universitas swasta,
kami pun merasakan kebanggaan itu

Sebuah penghargaan yang
bukan hanya membekas
Namun juga terukir dalam
album kenangan mereka

Dengan semboyan LC2H nya
SMAK St Maria Langsep Malang
mengedepankan rasa cinta dan kasih
untuk setiap anak
tanpa kecuali

Menghargai setiap jiwa
yang dititipkan selama 
tiga tahun terakhir
dari masa remaja mereka


Jantung kita adalah Cinta
Darah kita adalah Cinta
Mimpi kita adalah Cinta
Tindakan kita adalah Cinta

Cinta lah yang membuat 
SMAK St Maria Langsep Malang
tidak tinggal diam dan 
lepas tangan begitu saja
seketika setelah mereka 
melepas murid-muridnya

Seperti yang dikatakan oleh anak - anak itu
lewat perwakilan mereka
"Kelulusan ini bukan lah akhir, 
tapi adalah awal baru lembaran kehidupan kita."

SMAK St. Maria mengambil langkah konkret
untuk mewujudkan rasa cinta mereka
dengan menyerahkan anak-anak mereka 
ke wadah alumni kita, IKASANMAR.

Ditandai oleh penyematan pin, 
Ketua IKASANMAR di Malang 
menyambut dengan penuh hangat 
anak-anak kita ini

Hati ini pun bergetar dan berbisik
Kalian tidak akan dibiarkan 
berjalan sendirian
Kami ayah ibu mu
Kami paman bibi mu
Kami saudaramu
Kami keluarga mu


Seandainya, hanya seandainya, 
aku ada pada generasi ini
perasaan terikat dengan almamater ini 
tidak akan pernah terputus.

Seandainya, hanya seandainya, 
aku ada di antara anak anak ini
.tidak akan ada tahun-tahun kosong 
dengan kesendirian dan keputusasaan


Mewakili para pengurus Ikasanmar, Eduard Koentjoro, memulis,

IKASANMAR butuh partner,
Partner of Hope,

IKASANMAR 
nama yang dibuat 
dengan penuh harapan.  
Menapak terus jalan maju untuk masa depan, 
cita cita dalam keberagaman 
keluarga besar SMAK St Maria Malang,

HOPE senantiasa kami tanamkan 
dalam menjalankan keseharian kami 
di organisasi kepengurusan, yang:

Helpful (tolong menolong) 
Opportunity (melihat peluang) 
Passion ( bergairah dan antusias ) 
Escalated (mampu memajukan) 

Gotong royong dan keterpaduan 
dalam nama sebuah Almamater.

Terlibat dan ambil bagian, 
Masukan dan kerjasama
dari setiap kita
sangat kami butuhkan

Bukan tentang siapa kita,
tapi tentang kebersamaan kita membuat 
Keluarga Santa Maria menjadi 
sebuah keluarga yang penuh harapan.

( Edk - Waketum / Mei 2019 )


Lembaran baru senantiasa ada setiap tahun

 Lembaran sekolah menengah atas 
akan ditutup setelah tiga tahun
Lembaran lembaran berikut 
akan ditutup oleh alam
Tanpa program
Tanpa kurikulum

Lembaran sebuah Ikatan Alumni
Lembaran baru IKASANMAR
Adalah sebuah lembaran kosong
Tempat torehan torehan
Kisah dan kasih

Ada pembelajaran di sana
Ada pengalaman di sana
Ada kesempatan di sana

Untuk masa depan yang lebih baik
Untuk generasi yang lebih cemerlang


Engkau adalah peniti 
yang telah disematkan
Aku adalah kapal
yang telah berlabuh dan ditambatkan
Kita berdua adalah lava
yang tidak bisa diuraikan
( WS Rendra )

Bravo IKASANMAR !



Kamis, 16 Mei 2019

Cafe Tokoh : Y P I E di Mata Kami

Kita pernah punya murid bule lhoooo......

Kata kata itu sontak menggelitik rasa ingin tau ku.

Kehadirannya dalam perayaan Hari Pendidikan Nasional 2019 di SMAK St. Maria Langsep Malang mencuri perhatian setiap mata di sana.

Bersama dua orang anak gadisnya, perempuan yang sudah fasih berbahasa Indonesia ini tampak seperti berada di rumah nya sendiri.


YPIE panggilan nya. 

Tiba di sekolah kita pada tahun 1994 lewat sebuah program pemerintah kedua negara pada saat itu, perempuan muda ini seakan menemukan mimpi nya untuk lebih mengenal bangsa ini. 

Sejarah bangsa nya yang sempat berada di sini selama lebih dari tiga abad membuat nya penasaran seperti apakah negara ini. 

Indah kah? 
Menyenangkan kah? 
Menarik kah? 

Ypie kecil pun menyusun rencana untuk dapat menyelami bangsa dan negara yang sempat "membelenggu rasa cinta" kakek buyut nya itu, langsung ke sumber nya.

Bukan hanya berkunjung,  
namun tinggal bersama keluarga Indonesia

Makan makanan yang dimakan bangsa ini
Berkomunikasi dengan bahasa yang digunakan bangsa ini
Minum air yang diminum bangsa ini
Melakukan aktivitas harian bangsa ini
Berpikir dengan pola pikir bangsa ini. 


Walau ditentang orang tua nya. 
Walau harus membiayai sendiri. 
Ypie muda tidak pernah berhenti melangkah untuk mengeksekusi rencana nya itu

Dan ketika kesempatan tiba lewat program pertukaran pelajar antara dua negara,  perempuan muda ini tidak menyianyiakan nya. 

SMAK St. Maria di Langsep Malang 
adalah tujuan yang dipilih pemerintah
adalah tujuan yang tidak pernah disesali nya.


Di sanalah dia belajar semua 
tentang bangsa ini. 
Belajar kesalahan nya 
dari "kelapa" sekolah.

Belajar makan tanpa menggunakan 
sendok dan garpu,  
atau bahkan tanpa pisau makan.

Belajar keramahtamahan
Belajar memuji 
Belajar menahan diri 
demi seonggok tatakrama ketimuran


"Menurut ku Ypie orang yang cepat sekali untuk beradaptasi.  
Dia berusaha menyesuaikan diri 
di lingkungan dan budaya yang baru.
Contoh kecilnya dia selalu mau mencoba makanan baru,
hampir semua makanan dia suka. 
Dari sisi ini saja kita bisa menilai 
dia orang sangat terbuka dengan hal-hal yang baru." 
kenang seorang kawan 
di awal awal persahabatan nya 
dengan gadis berlatangbelakang beda ini. 


"Ypie juga orangnya jujur apa adanya
Mungkin karena budaya di sana seperti itu
Pertamakali aku ketemu dia, aku ngeliat dia cantik banget
Dan aku langsung ngomong ke dia dan memuji kecantikannya
Tapi dia marah, karena merasa dihina
Bahkan sampai hampir memukul ku dengan tongkat sapu pak Bon yang segede gajah itu."

Sebuah pengalaman luar biasa tentang perbedaan budaya dari seorang Ypie.

Setiap liburan sekolah waktu itu,  dia selalu datang ke sebuah desa kecil di Malang Selatan,  Turen.


Kesukaan nya pada suasana desa dengan segala aktivitas nya masih tetap ada dalam memori nya. 
Dan itulah agenda wajib nya tiap kali berkunjung ke Indonesia puluhan tahun berikut nya. 

Bukan tempat tempat wisata wajib untuk tamu mancanegara. 
Bukan resto-resto dunia yang sudah menjamur di sini. 
Bukan steak, tapi tempe.
Bukan burger, tapi perkedel.

Perempuan asli Belanda ini bangga menjadi orang Indonesia,  sehingga dia sempat berteriak kepada mereka yang meneriaki nya bule.

"Saya orang Indonesia ya....  Saya bukan bule. "


Makjleg !!!

Sementara generasi muda bangsa ini mati matian agar tampak bule dengan mewarnai rambut dan mengganti warna bola mata nya,  seorang perempuan dari sana justru merasakan kebanggaan menjadi orang Indonesia !!!

"Saya memang dari Belanda,  tapi saya bukan penjajah DAMAI"

Rasa bersalah nya akan perlakuan nenek moyang nya dulu kah yang mempengaruhi nya? 
Hanya seorang Ypie yang tau jawaban nya. 



Usai program nya di sekolah kita,  hubungan antara dua negara lewat persahabatan kedua anak bangsa ini seakan menggenapi Visi program pertukaran pelajar ini. 

Ketika gempa bumi melanda Jogja dan sekitarnya di tahun 2005,  Ypie menggalang dana dari komunitasnya di Belanda untuk diberikan langsung kepada para korban bencana di sana. 


Bukan hanya itu.

Kepedulian nya terhadap dunia pendidikan di negara ini menggerakkan nya untuk anak anak yang membutuhkan biaya sekolah. 

Bahkan kepada seorang  anak yang memerlukan kacamata,  dibelikannya kacamata.
Dibelikannya kamus untuk dia yang tertarik dengan bahasa. 

Sementara itu,  seorang teman masa remaja nya memiliki kenangan sendiri tentang bule satu ini.   

Ypie orannya perhatian, tidak cuek.

Gara gara helm bebek 
sebagai kenang kenangan kami di masa SMA, 
ketika kunjungan nya 24 tahun kemudian,  
secara kebetulan Ypie menemukan tas 
bertuliskan "bule naik motor bebek"
 langsung dia cari pegawainya 
minta dicarikan tas dengan tulisan yang sama, 
satu buat dia, satu buat bebek katanya.


Namun untuk beberapa hal dia bisa bersikap cuek, seperti bonceng dengan posisi miring.
Walau diperingatkan teman-teman karena kaki nya bisa terkena knalpot, dia bisa untuk tidak perduli.

Yang bikin kagum lagi 
adalah cara nya mendidik anak-anak nya 
untuk dapat bersosialisasi dengan semua orang, 
termasuk memakan apa saja yang disajikan, 
bahkan makan bakso gerobak di pinggir jalan.

Alih - alih mengikuti kemauan si anak 
agar mendapatkan makanan kesukaannya, 
ibu berhati singa ini lebih memilih
untuk membiarkan mereka kelaparan
dengan makanan asing di hadapannya

"Kalau tidak mau dimakan ya tidak usah makan."

What a wonderful way !!


Y P I E

Kami mendengar tentang negaramu
Kami mengamati budaya mu
Kami melihat attitude bangsa mu
Kami belajar tentang mu

Individualisme 
yang menjadi brand image dunia barat
Melekat erat dengan eksistensi mu 
sebagai makhluk sosial
Ketidakperdulian mu dengan masalah orang lain
Adalah bentuk rasa hormat mu pada mereka
Adalah cara mu menghormati dirimu sendiri

Terimakasih untuk pengenalan mu
Terimakasih untuk wacana baru mu
Terimakasih untuk persahabatan mu

Terima kasih untuk menjadi bagian dari
KELUARGA BESAR 
SMAK St. MARIA LANGSEP MALANG


Persahabatan ini
Persahabatan dua bangsa ini
Persahabatan dua dunia ini
Biarlah abadi
Dari generasi ke generasi

Heal the world
Make it a better place
For you and for me 
And the entire human race

There are people dying
If you care enough for the living
Make it better place
For you and for me
( Michael Jackson )



Bravo IKASANMAR !!













Jumat, 10 Mei 2019

Cafe Tokoh : Sang Bangsawan

Share location

Itu senjata kami ketika bermaksud mengunjungi salah satu teman lama di sana.

Tanpa perlu membuka map yang lebarnya dua halaman koran, kami pun dituntun ke tempat kediaman nya.

Kami berhenti di pinggir jalan dengan H2C - harap harap cemas..

Gimana tidak ?

Walau kami sadar sebagian besar jalan propinsi di pulau ini lebih sempit daripada jalan poros Surabaya-Malang, jalan yang kami lalui tampak bukan jalanan yang biasa dilalui kendaraan dari arah Goa Gajah.

Bahkan ketika sekretaris  Mbah Google bilang, "Your destination is in your right side."  yang terlihat di kanan kami hanya dinding besar dan kokoh yang tampak melindungi puluhan mobil yang diparkir di sebuah pekarangan !

Teknologi pun berperan, dan lelaki itu tampak keluar dari dalam.

Here you are !



Cok Kresna Pudak

Alih alih mengucapkan salam, kata pertama pun spontan keluar, "Kirain nyasar."

Baru sadar kalau ternyata kami mengambil jalan belakang, jalur khusus untuk keluarga dan teman !!

Baru sadar pula kalau rumah sang kawan ini ada di dalam area Puri Peliatan, salah satu tujuan wisata di daerah Gianyar!

Biuuuhhhhh............

Kediaman nya di sebuah kompleks perumahan yang dihuni oleh 80 kepala keluarga untuk para bangsawan Bali di Puri Peliatan Gianyar, mencerminkan siapa diri nya.

Sebagai generasi ke 10 dari pendiri Puri Peliatan, lelaki gempal ini mengenal benar sejarah, adat  dan budaya tanah kelahirannya, membuatku betah menghabiskan waktu berlama-lama dengan nya.

Yahhhhh......

Bangsawan yang satu ini adalah teman masa remaja kami.


Lelaki kecil culun yang dulu kami kenal dengan lukisan nya ini sekarang semakin macho dengan rambut di sekitar wajahnya.

Masih ingat bagaimana teman kecil yang tampak ringkih ini sempat galau karena wajah nya sehalus dan sebersih seorang anak gadis.

Alamaaakkk.....

Mungkin kumis dan jenggot nya itu yang bikin dia semakin percaya diri ya?

Tapi dia tetap teman kami dengan vespa nya saat sekolah dulu.

Jauh dari kesan sombong dan angkuh karena darah birunya.


Bahkan sebaliknya, sebelum kami tiba, dua loyang pizza sudah disiapkan nya dengan pesan khusus : "jangan datang dulu, karena pizza nya belum matang."

Pengusaha villa yang sedang melirik bisnis baru di dunia kuliner ini menunjukkan kepiawaian nya dalam mengawinkan gurih nya mayonaisse khas Eropa dengan lidah bangsa nya yang mencinrai rasa pedas yang hangat.


Dan jam-jam pun berlalu tanpa terasa.

Pandangan-pandangan politik nya.
Kisah keluarga besar nya.
Sejarah kerajaan nya.
Terangkum dalam satu paket coffee time di sore hari itu

Lahir dan tumbuh dalam kekentalan adat nya
Rasa tanggungjawab dan kewajiban nya menjaga warisan leluhur
Tidak mampu membatasinya untuk mengembangkan diri dan keluarga nya
Di dalam era Unicorn ini

Matanya bersinar ketika membicarakan dunia politik saat ini
Layaknya sinar mata nya ketika berkata,
"Senang ada yang bisa diajak sharing masalah adat budaya Bali."

Bali terpancar dari dalam dirinya
Jiwa nya adalah Bali
Napas nya adalah Bali
Desiran darahnya adalah Bali
Dia adalah Bali


Cok Kresna Pudak

Tembok kokoh di sekitar kerajaannya
yang menjaga budaya sang nenek moyang
senantiasa terbuka untuk 
para pengunjung mancanegara


Seakan membisikkan satu pesan
Dari balik tembok adat ini
Ada mata jeli yang mengintip keluar
Ada telinga tajam yang mendengar cerita angin
Ada tangan trampil yang menari di atas dunia luar
Ada kaki kokoh yang menyangga tanggungjawab anak daerah

Badan nya tegak berdiri
Tersangga sepasang kaki kokoh
Yang menapak dunia barat dan timur


Tongkat estafet telah siap didelegasikan
Tongkat berisi gulungan sejarah dan budaya
Sebagai titah Sang Paduka

Para pelari pun telah dipersiapkan nya
Mata mereka sudah terlatih untuk melihat 
akhir putaran sebelum diberikan ke pemain berikutnya
Kaki mereka sudah ditempa untuk dapat bertahan

Visi untuk menjaga Bali
dari generasi ke generasi
Diikuti misi yang mengikuti perkembangan jaman

Bersama putra dan putri mahkotanya
Si anak daerah itu berujar pelan,
"Kami tetap menjaga ciri khas daerah kami ketika membangun tempat kediaman kami, namun kami memberikan sentuhan modern di dalam nya."

Luar biasa !

Inilah yang diperlukan bangsa ini
Ketika generasi berganti
Ketika dunia hanya segenggam tangan
Berapa banyak yang memahami permainan gobak sodor
Berapa banyak yang bisa menceritakan asal nenek moyang mereka ?

Cok Kresna Pudak
Putra Bali Potret keagungan budaya
Ada untuk berbagi kisah dan semangat
bagi teman-teman IKASANMAR




"Barat dan Timur adalah guruku
Muslim, Hindu, Kristen, Budha
Pengikut Zen dan Tao
Semua adalah guruku
Kupelajari dari semua orang saleh dan pemberani
Rahasia cinta
Rahasia bara menjadi api menyala
( Abdul Hadi WM )

Bravo, Bali !
Bravo, Indonesia ku !

Jumat, 03 Mei 2019

Warung Kopi : Kisah si Happy

Nama ku Happy.
Aku sudah belasan tahun bareng dia.
Aku selalu ikut kemanapun dia pergi....
Dimanapun dan kapan pun

Aku mendengar
Aku melihat
Aku menyaksikan

Ada kisah
Ada tawa dan air mata
Ada putus asa dan semangat
Ada marah dan cinta

Sampai satu kali, speaker ku menangkap sebuah teriakan penuh semangat untuk melalang buana ke seberang lautan, memberiku sebuah pengalaman bareng mereka.

Dan aku pun mendengar sebuah kisah.


Mereka bukan pengangguran. 
Mereka bukan sekumpulan orang yang terbebas dari tugas dan kewajiban mereka.

Bahkan mereka harus meninggalkan keluarga.
Merelakan income yang bisa mereka dapat
Menyiapkan ekstra dana
Menyuntikkan ekstra stamina
Memompa ekstra tenaga

So inspiring !!

Ada apa dengan mereka?

Sebuah ikatan kekeluargaan 
yang terbentuk dari sebuah ide kosong.
Sebuah hasil dari mimpi beberapa rekan.

Mereka rindu. 
Mereka menangisi almamater mereka.

Mereka menyadari kalau bukan mereka,  
siapa lagi yang peduli pada sekolah 
tempat mereka menghabiskan 
tahun tahun terakhir masa remaja mereka.



Mereka mengambil langkah. 
Mereka membuka mata, mulut dan telinga mereka. 
Mereka melihat dan bertanya. 
Mereka menceritakan ide mereka.

Golden Reunion.

Ulang tahun emas SMAK St. Maria di tahun 2014 
menyuarakan genderang awal 
sekelompok orang yang memiliki misi yang sama ini.


Rasa cinta pada almamater 
memompa energi di dalam diri mereka 
untuk tidak hanya berhenti sampai di sana.

Ide tercetus dan dibagikan.
Rencana disusun dan dieksekusi.

Dari kelompok yang menamakan dirinya WALK / Wadah Alumni Langsep Kumpul, acara ngopi bareng di sekolah, atau disingkat COBAS menjadi ajang saling mengenal antar generasi tersebut.


Tidak mudah. 
Sangat melelahkan. 
Kadang frustasi.
Kegiatan yang tidak berguna sama sekali.

Memerlukan orang orang yang memiliki visi dan misi nyata yang dilandasi oleh cinta yang melahirkan kepedulian.

Memerlukan waktu 3 tahun sebelum akhirnya IKASANMAR memproklamasikan kelahiran nya dengan susunan kepengurusan yang menggunakan ilmu cup cap cup bunga kuncup nya Zr. Theresella.

Ilmu satu jari yang luar biasa dari kepala sekolah yang satu ini benar benar memiliki magic.

"kalau sudah ngomong gini,  lari ke mana pun percuma. "
"tak tinggal ke malang pun ketika mantra ini dibacakan tetap saja kena. "
"Saya korban nya."



Pesan Zr. Theresella selalu terdengar di telinga mereka,

Mari kita bangun bersama SMAK Santa Maria.

Biarlah tetap tegak berdiri 
di Raya Langsep 41 
hingga 100 tahun yang akan datang. 

Bahkan 1000 tahun ke depan. 

Selama bumi ini masih dihuni 
biarlah bendera Santa Maria tetap ada. 

Kehidupan sekolah diwujudkan
 dengan kehidupan para alumni.

Dan proyek awalpun ditetapkan enam bulan setelah nya. 

Playon 2017.

Beberapa orang dari beberapa angkatan 
yang baru saling mengenal ini pun 
harus meletakan ego mereka masing masing 
dengan toleransi yang lebih tinggi lagi.

Huuuuffffttttt.....


24 jam bersama Ikasanmar
Speaker ku mendengar banyak tentang mereka.

Kecewa.
Marah. 
Sakit hati. 
Tidak sepaham. 
Mereka kubur dalam dalam.

Mereka menyuntikkan visi dalam aliran darah mereka. 
Antibiotik Kekeluargaan membuat mereka kebal.
Infus Keilmuan meningkatkan energi mereka.
Vitamin Kemasyarakatan yang membuat mereka bertahan.



24 jam bareng IKASANMAR.
Kamera ku  melihat banyak tentang mereka.

Misi mereka untuk membina persaudaraan 
dan mengembangkan jalinan kerja sama 
dalam kerangka kepentingan alumni, 
almamater, pembangunan nasional, dan kemanusiaan, 
mereka pikul tanpa beban. 

24 jam bareng IKASANMAR.
Baterai ku di charge lebih sering
Sesering lompatan energi di sana

Untuk ikut memelihara dan mempererat hubungan kekeluargaan antar anggota.
Agar dapat berpartisipasi dalam upaya pengembangan almamater.

Sehingga ada upaya pengembangan pendidikan pada khususnya di SMAK Santa Maria Malang dan pembangunan bangsa pada umumnya.



24 jam bareng IKASANMAR.
Majikan ku pun tertunduk malu

Mengaku lulusan SMAK St Maria Langsep Malang. 
Mengaku mengukir memori indah di sana
Mengaku belajar dan mengerti dari sana
Tanpa pernah melakukan sesuatu untuk nya.

Ada sang pahlawan tanpa tanda jasa 
Ada teman main masa remaja 
Ada getaran cinta pertama
Bahkan mungkin ada teman hidup juga


24 jam bersama IKASANMAR
Hardisk ku bangkit
Microphone ku berteriak 

Apa yang bisa aku lakukan untukmu, 
sahabat?

Aku hanya handphone generasi pertama
Internal memory ku terbatas  
Aplikasi ku tidak banyak

Dan aku pun menggandeng Cloud
yang memampukan aku
menjelajahi dunia

Yang memampukan aku 
melakukan sesuatu



Aku si Happy
Aku lah saksi kebersamaan mereka


Bravo, Ikasanmar !