Kamis, 21 Maret 2019

Sekolahku, Dulu dan Sekarang

Melangkahkan tapak pertama ku di halaman sekolah yang berada di Jalan Raya Langsep 41 Malang setelah meninggalkan nya lebih dari tigapuluh tahun lalu, tak terasa air mata ku pun menetes.

Di sini lah aku mengenal
arti tanggungjawab yang sebenarnya.
Di sini lah aku mengerti arti sebuah hubungan
Di sini lah aku memahami sebuah kewajiban
Dan dari tempat ini lah
aku menemukan jalan kehidupan ku.

Passion, Talenta dan Cinta.

Seakan terkemas di dalam
sebuah paket makan siang 
sebagai bekal ku
beberapa puluh tahun kemudian.

Sekolah ku,
SMAK St Maria Malang.



Dan aku pun disambut oleh sapaan ramah sang receptionis di tempat nya yang megah, cermin konsistensi sekolah ini akan sebuah arti rambu rambu agama di tengah hingar bingar nya globalisasi dengan berbagai paham yang dimiliki dunia pada abad teknologi ini.

Belum habis mataku menyapu setiap sisinya, salah satu sudut membuat ku terpana sekian detik.

Arti kekristenan tercermin dari patung Bunda Maria di sudut ruangan !


Kekristenan yang identik
dengan kasih dan pengampunan.
Kekristenan yang sarat
dengan damai dan sukacita.

Kekristenan yang memiliki
nilai-nilai hubungan dengan sesama 
tanpa memandang agama, suku
atau paham yang mereka anut.

Inilah yang kita perlukan.
Inilah yang dibutuhkan generasi berikutnya sebagai manusia yang berguna bagi dirinya sendiri, bagi keluarganya, bagi masyarakatnya, dan bagi dunia nya.

Dipersilakan menunggu, jemari ku meraba sofa eksotik yang ada di sana.

My goodness.....
Ini adalah sofa lama !!
Lebih dari tiga puluh tahun yang lalu, aku duduk di kursi ini sebagai calon murid !

Tapi bukan, ini adalah sofa baru.
Cantik dan bersih
Indah dan anggun.

Tepatnya, ini adalah sofa lama yang telah rusak dan terabaikan di pojok gudang selama puluhan tahun.

Tangan dingin Zr. Theresella Karti, kepala sekolah mulai tahun 2016 lah yang membuatnya kembali kepada fungsi nya dengan seribu kisah yang direkam nya selama hampir enampuluh tahun, sebuah saksi bisu dari generasi ke generasi.



Dan anak tangga itu ?

Anak tangga itu pun punya cerita.....

Tentang tegoran seorang  guru
Tentang tangis seorang gadis muda
Tentang sorak girang sekelompok pemuda
Tentang mimpi dan cita-cita

Tentang aku, kamu dan dia

Tidak heran, sekelompok orang yang menamakan dirinya sebagai Ikatan Keluarga  SMAK St Maria Malang / IKASANMAR mengundang ku ke sini hari ini, untuk membentuk wadah bagi jutaan kisah-kisah itu.

Dan di sinilah, kursi tua dan tangga itu bercerita.

Dari mulai berdirinya sekolah ini ketika dipimpin oleh Zr. Gerarda M Verhoff dari Belanda pada tahun 1960, sampai hari ini, dan hingga bumi ini pun harus menutup usia nya.



Entah sudah berapa kali 
kepala sekolah berganti.

Entah sudah berapa periode 
pimpinan negara ini pun turun dan naik.

Bahkan sepanjang ingatanku, 
dua kali sudah krisis moneter 
menghantam bangsa ini.

SMAK St Maria Malang 
tetap memegang nilai-nilai nya yang  
Competence, 
Creative-Inovative, 
dan Harmony

Berangkat dari kepedulian 
terhadap generasi berikut pada umumnya, 
dan sekolah ini pada khususnya, 
blog ini pun terbentuk.

www.sanmarforever.blogspot.com

Untuk merekam sejarah
Untuk mengukir kenangan
Untuk mencatat prestasi

Dengan ide dari kepala sekolah SMAK St Maria Malang periode 2018/2019, Zr. Theresella Karti, kreatifitas dari Ikatan Keluarga SMAK St. Maria Malang, dan sebongkah semangat keharmonisan dari Organisasi Siswa Intra Sekolah, empat orang alumnus yang juga blogger pun bergandengan tangan mewujudkannya.

Di dalam ruang ini lah, kami sediakan banyak sudut sesuai dengan passion kita masing-masing.

Ada Pojok Kampung 
untuk aktifitas kita.
Ada Cafe Tokoh 
untuk para tokoh inspiratif dari keluarga ini.

Ada Warung Nusantara 
untuk tulisan-tulisan kuliner.
Ada pula Sudut Jepretan 
untuk bercerita lewat hasil jepretan kita sendiri.


Team redaksi siap membantu untuk memolesnya agar dapat dikonsumsi publik.

Ada Sugeng Harijanto di  Genteng, Jember;  Nanang Supriadi di Malang, Qi Seng di Palu dan Frida Kusumo di Sidoarjo.

Terbuka untuk para alumni dan calon alumni, 
kami mengundang setiap kita untuk corat coret menuangkan ide.

Kirimkan tulisan kita ke :
- sanmarlangsep@gmail.com
- herysoegenk@gmail.com
- qsengch@gmail.com
- frida.kusumo@gmail.com
- rafialif@gmail.com

Abadikan kisah mu
Jepret kenangan mu
Bingkai dalam wadah abadi

Biarkan mereka hidup 
dari masa ke masa
Ketika tongkat estafet diberikan

Dan SMAK St Maria Malang 
pun memiliki cerita 


Di atas meja kecil ini
masih tercium harum darahmu

di halaman-halaman buku.

Sabda sudah menjadi saya.

Saya akan dipecah-pecah

menjadi ribuan kata dan suara.


( Joko Pinurbo )

Bravo SMAK St Maria Langsep Malang



6 komentar:

  1. tangga itu....adalah tangga yang membawa kami ke dapur mba narti utk minta segelas kopi diminum rame2 ...wkwkwkwk

    BalasHapus
  2. Lucunya lagi aku maka gak pernah lewat tangga itu ... Mgkn krn kelas ku dekat dgn perpustakaan ( waktu itu masih dibawah ) ๐Ÿคฃ

    BalasHapus
  3. pohon mangga gadung di sebelah ruang kepsek(Sr. Gerarda) msh ada gak ya... msh ingat ketauan manjat pohon mangga... "Julius... ayo turun, nanti kamu bisa jatuh (dgn logat belanda nya).."

    BalasHapus
  4. Aku disana pas zaman Suster Francine... disiplin pollll... That makes me who I am today, punya 4 gelar sarjana & berkarya di dunia nasional & internasional... Sukses trs Sanmar๐Ÿ‘๐Ÿ‘๐Ÿ‘

    BalasHapus
  5. aku punya kenangan horror di tangga itu, saat pentas seni 1997, jam 20 an.. aku mendengar suara air di ledeng atas.. padahal tiada anak diatas sana, semuanya sibuk menikmati acara dibawah sana

    BalasHapus
  6. Bingung mau ngapain? mendingan main games online bareng aku?
    cuman DP 20rbu aja kamu bisa dapatkan puluhan juta rupiah lohh?
    kamu bisa dapatkan promo promo yang lagi Hitzz
    yuu buruan segera daftarkan diri kamu
    Hanya di dewalotto
    Link alternatif : dewalotto.club

    BalasHapus