Jumat, 10 Juni 2022

Ketika Sang Waktu Berbisik

Masih ingat tulisan The Icon Sr. Francine Tjandrawati yang pernah di publikasikan di sini 3 tahun lalu ?

Salah satu kalimat di sana berbunyi, "Ketegasan dan kedisplinan, itulah yang akhirnya menjadi stempel kepala sekolah yang satu ini, stempel yang lahir dari ketakutan dan kekhawatiran nya akan masa depan anak-anak didiknya."

Beberapa saat setelah artikel tersebut ditayangkan, beberapa teman mengirimkan pesan singkat untuk melengkapinya.
 
"Kelihatannya semua pernah dimarahi Suster tapi marah karena  kita yang salah agar kita tahu kesalahan kita dan bisa membuat kita sekarang seperti sekarang ini."

"Jadi teringat waktu ada yang meledakan petasan didekat kantor suster sehabis upacara pagi, langsung disweeping."

"Beruntunglah kita dulu  dididik oleh Sr. Francine dan team guru yang baik sehingga kita punya bekal untuk hari ini."

"Suster Kepala Sekolahku yang sangat kuhormati dan kusayangi, semoga Beliau diberikan berkat kesehatan dan umur yang panjang, aamiin.... "

Dan doa teman-teman pun dikabulkan Tuhan.

Setelah melewati masa-masa sulit selama dua tahun 
dengan adanya pandemi di negara ini
Hari ini, 8 Juni 2022, 
Sr. Francine masih ada di antara kita, sahabat,
Merayakan ulangtahun nya yang ke 79 tahun

Puji Tuhan !
Hati ini melompat kegirangan

Beberapa teman sengaja begadang buat bikin kue
Mompa balon ulang tahun
Bangun kesiangan
Komunikasi yang sempat nyelip entah di mana

Dengan pertimbangan waktu dan tempat, 
Kami berkomunikasi hanya dengan beberapa sahabat

Walau hanya dengan beberapa orang mantan murid yang hadir
Walau hanya dengan beberapa menit berbincang santai dengan Sr. Francine
Lelah ini terobati
Ngantuk ini menguap
Rasa syukur terasa hangat mengalir di ruangan kecil itu

Dari atas kursi roda nya, Sr. Francine menyambut kami di ruang tamu.

Beliau mengangguk ketika diberi ucapan selamat ulang tahun seraya berkata dengan ciri nya yang khas, "Ulangtahun ku tanggal delapan."


Tanpa menanyakan nama kami seperti pertemuan-pertemuan kami sebelumnya, tanpa ada reaksi ketika kami berusaha membangkitkan kenangan beliau terhadap anak-anak didik kebanggaan nya dengan video call, tanpa mampu mengingat kami satu per satu lagi, cukup bagi kami untuk dapat memutar kembali memori kami tentang beliau.

"Kuwereng... tapi hati beliau sungguh lembut..."
"Pelajaran Bahasa Indonesia yang seharusnya gampang jadi susah."


Beberapa teman bahkan menirukan gaya beliau puluhan tahun yang lalu
Ketika kulit masih kencang
Ketika badan masih tegap berdiri
Ketika rambut masih hitam
Ketika suara masih lantang
Ketika ketegasan masih melekat

Sementara itu, tanpa menghiraukan tingkah lucu dan bandel kami, beliau menerima puding yang diberikan seorang teman untuk nya, dan memakan nya dalam hening.

Inilah beliau, Sr. Francine Tjandrawati, kepala sekolah kami, guru kami, Sang Ikon.


Dan saat Sr. Francine menggerakkan tangan nya ketika diantar keluar dari ruang tamu untuk beristirahat, The Icon SMAK St. Maria Langsep Malang itu kembali memberikan sebuah pelajaran bagi kita, para mantan murid nya.

Aku setia menghampiri mu
Langkah ku mengayun dengan pasti
Seirama dengan detak jantung mu 
Indah dan harmonis

Aku berharga tapi tidak ternilai
Aku berlalu dan tidak akan kembali
Aku tidak bisa berhenti
Tidak ada jalan mundur untuk ku
Tidak ada putar balik

Ketika aku ada, aku diacuhkan
Ketika aku tiada, aku dirindukan

Ketika aku berbisik
Jejak ku lah yang menyuarakan nya
Aku lah Sang Waktu



Sebuah pelajaran berharga bagi kita
Yang masih memiliki Sang Waktu
Untuk dapat kita gunakan
Selagi masih ada kesempatan
Selagi masih ada kekuatan
Selagi masih ada kemampuan

Selamat Ulang Tahun

Sr. Francine Tjandrawati






Kamis, 09 Juli 2020

Empat Tahun Bareng Sang Jendral

Buat para penggemar film silat dengan latar belakang peperangan, nama Sun Tzu kerap kali mampir di telinga kita.

Kata-kata Sang Jendral yang ahli dalam straregi perang dari abad ke 5 BC di Tiongkok ini sering dikutip di sana. 

Bukunya, The Art of War, sarat dengan strategi militer yang mempengaruhi  filosofi Barat dan Timur sampai berabad abad kemudian, bahkan hingga hari ini. 


Tidak heran, dalam setiap tindakan dan keputusan nya, Sang Komandan SMAK St. Maria Langsep Malang selama 4 tahun terakhir, dari tahun 2016 hingga 2020, Sr. M Theresella Karti, kerap mengadaptasi strategi Jendral Legendaris ini

Karena bagaimana pun, serupa dengan pasukan yang dipimpin Sun Tzu saat itu, pasukan SMAK St. Maria Malang juga memiliki lawan yang harus ditaklukkan.

Perbedaan nya adalah
Mereka berperang, kita berlomba
Mereka menang karena lawan mereka jatuh
Kita menang karena lawan kita tertinggal


Mereka menggunakan busur dan anak panah
Kita menggunakan kesediaan kita
Mereka menggunakan racun
Kita menggunakan kemauan kita.
Mereka menggunakan batu-batu gunung dan api
Kita menggunakan cinta.

Tiga senjata ini lah yang ditinggalkan oleh Sang Jendral, Sr. M. Theresella Karti, bagi kita, seperti yang diutarakan nya pada kata sambutan beliau di acara Serah Terima Jabatan, Jumat, 3 Juli 2020 lalu.

Kesediaan.
Kemauan 
Cinta.


Pada acara siang hari itu, 
Sr. M Theresella Karti mengingatkan semua pihak 
akan arti sebuah kerjasama. 

Kepada para guru dan karyawan, beliau mengatakan, 

"4 tahun bukan waktu yang pendek, 
bukan waktu yang singkat, 
untuk saya ajak berlari. 
Kadang berjalan, 
kadang kejar-kejaran. 

Saya ajak jungkir balik
angkat kaki ke atas
mengambil sesuatu dengan kaki
bahkan dengan kepala,
mereka sanggup.

Saya berikan sesuatu di tangan kanan nya
Tangan kiri nya saya ajak untuk meraih lain nya

Pagi, siang, malam
Tidak kenal lelah


Selalu saya katakan 
mari kita samakan frekuensi, 
karena betapapun indahnya sebuah lagu, 
tanpa frekuensi yang sama, 
lagu itu akan menjadi sumbang. 
Dengan frekuensi yang sama, 
hasil nya akan luar biasa.

Demi anak - anak kita
yang memiliki bakat dan talenta
yang luar biasa
yang adalah masa depan bangsa" 

Mereka bersedia melakukan nya.
Mereka memiliki kemauan untuk itu.
Cinta mereka berada jauh di atas beban mereka.

Dilain pihak, 
sang komandan sendiri
Memperlakukan mereka layaknya
anak-anak nya sendiri.


Kepada para anak didik, 
sang jendral menitipkan kata hati nya, 

"Kami ingin kalian menjadi manusia-manusia 
yang tahan banting, 
yang bisa tetap ditempa, 
yang bisa tahan uji, 
yang bisa berada di tengah masyarakat 
dengan identitas diri kalian sendiri yang tetap ada."

Mereka bersedia menerimanya.
Mereka memiliki kemauan untuk ditempa.
Cinta para guru mengalahkan sakit nya bantingan itu.

Mereka sadar, keringat saat ini akan meminimalkan kesulitan-kesulitan yang akan mereka hadapi kelak.


The last but not the least
Sang Jendral mengapresiasi 
para orang tua dan wali murid.

"Terima kasih kepada para orangtua 
atas segala dukungan kerjasama dalam bentuk apapun 
Terima kasih untuk kepercayaan Bapak Ibu 
untuk mempercayakan putra-putrinya kepada kami. 

Mohon maaf bila dalam seluruh pelayanan kami, 
khususnya saya, ada keterbatasan. 
Semata-mata karena kesempurnaan hanyalah  milik Bapa, 
tetapi kami berusaha untuk menjadi sempurna 
seperti Bapa adalah sempurna."

Mereka menyediakan dukungan nya.
Mereka menunjukkan kemauan nya.
Karena cinta membuat mereka berani untuk percaya.

Khusus untuk Ikasanmar, 
Sr. M Theresella Karti memberikan apresiasi nya, yang 
" ... walaupun terengah-engah, 
mereka melakukan nya semata-mata 
untuk SMAK St. Maria Malang."

Mereka menyediakan waktu nya.
Mereka memiliki kemauan untuk menggunakan tenaga dan pikiran mereka.
Karena cinta mereka kepada sekolah nya di masa remaja dulu.



4 tahun bareng Sang Jendral
Adalah 4 tahun yang penuh didikan dan pembelajaran.
Adalah 4 tahun yang penuh arti.
Adalah 4 tahun persiapan lepas landas pesawat kita
SMAK St. Maria Langsep Malang.

Sang Jendral menutup kata sambutan nya siang hari itu dengan mengutip satu bait lagu untuk kita semua,
"Tajam nya pisau 
tak kan sanggup goyahkan cinta antara kita, 
menembus ruang dan waktu, 
menyatu di dalam jiwa ku."

CINTA adalah bensin
SMAK St. Maria kendaraan nya
Kita pengemudi nya
Menuju ke arah yang kita sepakati bersama

Karena CINTA kuat seperti maut ( Kidung Agung 8:6 )



Bravo, sekolah ku

Bravo, SMAK St Maria Malang













Sabtu, 04 Juli 2020

Ketika Aku Buta


I never knew I had a dream
Until that dream was you
When I look into your eyes
The sky's a different blue

Suara emas sang bintang SMAK  St. Maria Malang itu, Aracely Evina Purnomo, menggema di aula sekolah siang hari itu, Jumat, 3 Juli 2020.

Denting petikan gitar dari lagu yang pernah dipopulerkan oleh Bon Jovi ini mengalun indah namun pilu, mengiringi kata demi kata.

Ada sakit yang tak terucap
Ada haru yang tak tertahan
Ada airmata yang tersembunyi di balik tawa

Satu dua orang mengusap pipi yang basah
Beberapa membungkusnya dengan canda
Namun perasaan ini serupa
Ketika kami berkata,
Selamat jalan, Sr. Theresella
Selamat datang, Sr. Margreeth.


Yah..... Hari itu, kami melepas kepergian sang kepala sekolah untuk sebuah tujuan yang lebih besar.

Yayasan SPM telah mempercayakan sebuah tanggungjawab lebih kepada Sr.Theresella di Kantor Sekretariat Dharma Putri sebagai Ketua Pengurus  Perkumpulan Dharna Putri di Surabaya, menjadikan nya jendral untuk 53 buah kapal perang bernama sekolah dari TK sampai SMA yang tersebar di seluruh Nusantara.

Sebuah kebanggaan bagi SMAK St. Maria Langsep Malang memiliki pemimpin yang diakui kepiawaian nya. 

Ide-ide nya, terobosan-terobosan nya, sepak terjang nya dalam 4 tahun terakhir di Malang, membuat dunia berpaling dan berkata, "Kami inginkan dia!"

Sebut saja Playon, agenda akbar andalan Ikasanmar tiga tahun terakhir.

Tidak mudah.
Capek.
Penuh tantangan.
Berulangkali terselip pikiran untuk menyerah.

Namun pikiran itu lari terbirit birit ketika bertemu kepala sekolah yang satu ini.

Seperti yang dikatakan Martin, Ketua Ikasanmar dalam sambutan nya siang itu.
"Beliau lebih dari sekedar kepala sekolah bagi kami. Beliau adalah guru kami, kakak kami, teman kami."

Lebih dari sepuluh tahun kita bermimpi memiliki ikatan alumni. Baru tiga tahun lalu Ikasanmar terbentuk, ketika Sr. Theresella mengemban tanggungjawab sebagai Kepala Sekolah SMAK St. Maria Langsep Malang.

Kantor Ikasanmar yang berdiri di sebelah resepsionis sekolah adalah bukti nyata sebuah karya pendampingan.

Perasaan dan kesan serupa datang pula dari para anak didik nya.

Aku tidak pernah tau mimpiku
Sampai aku bertemu dengan mu
Ketika kulihat tatapan mu
Langit memiliki biru yang berbeda


Kami merasakan nya
Kami menyadari nya.
Karena nya, 
kami mampu memahami lapar dan dahaga
ribuan, bahkan jutaan anak-anak kami
Di luar kota Malang

Dan kami pun merelakan nya.

Salah seorang alumni berujar,
"Baru kali ini saya merasa Sanmar ada gregetnya, tercipta rasa persaudaraan yang lebih kuat, banyak sekali peranan Sr.Theresella. Selamat berkarya di tempat baru dan semoga sukses."

Sejak hari itu, hari di mana Sr. Theresella menyerahkan jabatan nya sebagai kepala sekolah SMAK St. Maria kepada Sr. Margreeth, sosok ini akan berada di belakang layar.

Tut wuri handayani.

Beliau akan tetap bersama kita, bahkan menaungi SMAK St. Maria Langsep Malang, sebagai salah satu sekolah milik SPM.

Sr. Margreeth lah kapten kapal nya mulai saat ini.

Ada pertemuan, ada perpisahan.

Dengan satu tangan kami melepasnya.
Tangan lain menahan nya.

Bersama Sr. Margreeth kita akan mengayunkan langkah maju.

Dengan naungan LC2H, Love, Competence, Creative-Innovative dan Harmony, SMAK St. Maria Malang bersama para alumni nya dalam Ikasanmar, akan terus mengasah berlian berlian muda dari generasi ke generasi.

Karena ketika aku buta, dia menunjukkan arah hidup ku.


Thank you for loving me
For being my eyes
When I couldn't see
You parted my lips
When I couldn't breathe

When I couldn't fly
you gave me wings
Thank you for loving me


Selamat jalan, Sr. Theresella
Selamat datang, Sr. Margreeth

Bravo, sekolah ku 

Jumat, 01 Mei 2020

Kami Mendengar, Kami Peduli

Wabah menampar Nusantara !!
Semua orang dihimbau untuk menghindari keramaian.


Pasar pun lesu.
Ekonomi melemah. 

Pengusaha besar meneriakkan bisnis mereka yang menurun. 
Para pegawai harap harap cemas menantikan nasib mereka.

Angka pengangguran meningkat. 
Pebisnis kecil pun menangis. 

Warung ditutup. 
Pasar dirazia.
Tidak ada yang bisa keluar rumah atau bepergian dengan bebas lagi sekarang. 

Ojek dilarang mengantar penumpang. 
Tukang becak kehilangan penghasilan nya. 
Mereka yang mengandalkan hasil hari ini untuk makan esok,  lelah karena panik dari hari ke hari. 

Tangis anak anak kelaparan di rumah mengiris sanubari.
Orang tua mereka pun membeku
Kepanikan mereka telah berubah menjadi pasrah.
Ketakutan mereka telah menjelma menjadi tekad.

Kriminalitas pun menyelinap. 
Keamanan kita pun terusik.


Wabah telah beranakcucu.
Ekonomi, sosial, dan dunia pendidikan. 

Yaaahhhh...  Dunia pendidikan. 

Karena pendidikan bukan hanya bicara tentang sebuah literatur.
Karena anak anak ini melihat sebuah pembelajaran
Pembelajaran untuk tetap bertahan hidup.
Pembelajaran untuk dapat berdiri tegak. 
Di tengah sebuah keruntuhan.

IKASANMAR melihat fenomena ini.
IKASANMAR pun mengambil langkah. 

Sebagai sebuah kepedulian
Sebagai sebuah contoh nyata
Sebagai sebuah teladan

Tanggal 2 Mei adalah Hari Pendidikan Nasional.

2 Mei 2020 bayangan gelap menyelimuti pendidikan kita. 

Bukan karena kegiatan belajar mengajar yang dilakukan via sebuah layar cerdas.
Bukan karena jadwal yang harus diundur.

Tapi karena generasi muda kita harus menghirup berita berita yang memancarkan energi negatif akhir akhir ini.

IKASANMAR peduli akan mereka. 
IKASANMAR pun bangkit menjadi mentor bagi mereka


Sehari sebelum Hari Pendidikan Nasional tahun ini, di depan sekolah SMAK St. Maria Langsep Malang, mereka membagikan 1000 masker kepada para pengendara yang melintas. 


Bahkan puluhan paket beras dan minyak diberikan kepada masyarakat kelas bawah di sekitar mereka. 

Tukang becak,  tukang sampah, para pemulung, pengemis. 


Stay at home.
Work from home.
PSBB.
Lockdown.


Apapun istilah nya,  
Bulan ini kita dapat menghemat uang parkir. 
Cukup untuk membelikan masker bagi mereka.


Bulan ini kita dipaksa masak di rumah. 
No hang out.
No nongkrong.
No party.
Cukup untuk membelikan mereka beras dan minyak. 

2 Mei 2020.
Lewat wabah ini, kita merayakan Hari Pendidikan Nasional yang Indonesia banget.

Dengan semboyan nya
Ing ngarso sang tulodho.
Saat di depan kita memberi teladan
Ing madya mangun karso
Saat di tengah kita beri dukungan
Tut wuri handayani
Saat di belakang kita memotivasi mereka.

SELAMAT HARI PENDIDIKAN NASIONAL

Bravo, Pendidikan Indonesia
Bravo, IKASANMAR !!









Rabu, 22 Januari 2020

Doa Bapa Kami untuk Sr. Franchine


Bapa kami yang ada di surga 
dimuliakanlah namaMu. 

Segala Puji Hormat dan syukur kami naikan kepada Mu ya Bapa, 
Allah yang kami kenal dengan nama Yesus Kristus.
Kami bangga punya Allah seperti Engkau ya Tuhan, 
Allah yang tetap sama dahulu sekarang sampai selama-lamanya.

Datanglah KerajaanMu.

Kami bersyukur atas kesempatan yang Kau berikan kepada kami untuk menghabiskan waktu bersama-sama dengan Sr. Franchine. 

Bersamanya kami belajar untuk menjadi dewasa 
Kami belajar makan makanan keras seperti layaknya makanan untuk manusia-manusia dewasa 
Bersamanya kami dipisahkan dari susu dan bubur yang hanya untuk anak-anak.
Bersamanya kami mengenal didikan didikan surgawi.

 Jadilah kehendak-Mu dibumi seperti di surga.

Saat ini kami bawa Sr.  Franchine kehadapanMu ya Bapa.

Kau tahu keadaannya 
Kau tahu sakit penyakitnya 
Kau tahu penderitaannya 

Tuhan, kalau Engkau mau 
kami tahu Engkau bisa 
memulihkan keadaannya 
Engkau bisa menumbuhkan tulang-tulang muda
ke anak-anak kecil dan bayi menyusui 
Kau juga bisa lakukan itu kepada tubuh jasmani beliau.

Kalau Engkau mau Engkau bisa 
dan mampu menyembuhkannya.
Kalau Engkau mau. 

Tidak ada yang mustahil bagi Mu. 

Tetapi bila saat ini 
mata  kami melihat keadaan Sr.  Franchine,
Kami tahu Engkau punya rencana yang indah dalam kehidupannya 
Jadilah kehendakMu ya Tuhanku 

Karena kami tahu 
kehendakMu adalah yang terbaik 
Karena kami tahu 
rancanganMu adalah rancangan damai sejahtera dan bukan rancangan kecelakaan.

Berilah kami rejeki pada hari ini

Kami juga membawa orang-orang disekitar beliau ke hadapanMu. 

Kau beri mereka berkat dan hikmat Mu.

Kau beri mereka kemampuan, kekuatan dan kesehatan dalam menjaga dan merawat beliau. 

Kau beri mereka kesabaran dan cinta yang dari padaMu agar mereka mampu melakukan nya seperti layaknya melakukan untuk Mu. 

Kau pakai tangan dan kaki mereka 
Kau pakai keterampilan dan pengetahuan mereka 
Kau pakai pengalaman mereka 
untuk dapat menjadi saluran berkat bagi anak Mu. 

Ampuni dosa kami seperti kami pun mengampuni yang bersalah kepada kami 

Sebagai manusia biasa yang tidak lepas dari keinginan keinginan duniawi dari emosi-emosi badani, ampuni segala dosa dan pelanggarannya ya Bapa, karena Engkau yang Maha Tahu yang menyelidiki sampai kedalaman hati manusia.

Jangan masukkan kami dalam cobaan tapi bebaskan kami dari yang jahat.

Tutup bungkus beliau dengan Kuasa DarahMu Ya Bapa, beliau yang telah Kau beli dengan harga yang mahal dan yang telah lunas Kau bayar di atas kayu salib.

Kami percaya, Roh yang ada padanya jauh lebih besar daripada roh-roh lain yang ada di dunia ini.

BersamaMu tidak ada lagi ketakutan 
tidak ada lagi penderitaan 
tidak ada lagi sakit penyakit 
Bersamamu Sr.  Franchine telah menang
Dan lebih dari pemenang. 

Sebab Engkau lah Allah
 yang berkuasa untuk selama-lamanya. 
Amin. Amin. Amin