Jumat, 01 Mei 2020

Kami Mendengar, Kami Peduli

Wabah menampar Nusantara !!
Semua orang dihimbau untuk menghindari keramaian.


Pasar pun lesu.
Ekonomi melemah. 

Pengusaha besar meneriakkan bisnis mereka yang menurun. 
Para pegawai harap harap cemas menantikan nasib mereka.

Angka pengangguran meningkat. 
Pebisnis kecil pun menangis. 

Warung ditutup. 
Pasar dirazia.
Tidak ada yang bisa keluar rumah atau bepergian dengan bebas lagi sekarang. 

Ojek dilarang mengantar penumpang. 
Tukang becak kehilangan penghasilan nya. 
Mereka yang mengandalkan hasil hari ini untuk makan esok,  lelah karena panik dari hari ke hari. 

Tangis anak anak kelaparan di rumah mengiris sanubari.
Orang tua mereka pun membeku
Kepanikan mereka telah berubah menjadi pasrah.
Ketakutan mereka telah menjelma menjadi tekad.

Kriminalitas pun menyelinap. 
Keamanan kita pun terusik.


Wabah telah beranakcucu.
Ekonomi, sosial, dan dunia pendidikan. 

Yaaahhhh...  Dunia pendidikan. 

Karena pendidikan bukan hanya bicara tentang sebuah literatur.
Karena anak anak ini melihat sebuah pembelajaran
Pembelajaran untuk tetap bertahan hidup.
Pembelajaran untuk dapat berdiri tegak. 
Di tengah sebuah keruntuhan.

IKASANMAR melihat fenomena ini.
IKASANMAR pun mengambil langkah. 

Sebagai sebuah kepedulian
Sebagai sebuah contoh nyata
Sebagai sebuah teladan

Tanggal 2 Mei adalah Hari Pendidikan Nasional.

2 Mei 2020 bayangan gelap menyelimuti pendidikan kita. 

Bukan karena kegiatan belajar mengajar yang dilakukan via sebuah layar cerdas.
Bukan karena jadwal yang harus diundur.

Tapi karena generasi muda kita harus menghirup berita berita yang memancarkan energi negatif akhir akhir ini.

IKASANMAR peduli akan mereka. 
IKASANMAR pun bangkit menjadi mentor bagi mereka


Sehari sebelum Hari Pendidikan Nasional tahun ini, di depan sekolah SMAK St. Maria Langsep Malang, mereka membagikan 1000 masker kepada para pengendara yang melintas. 


Bahkan puluhan paket beras dan minyak diberikan kepada masyarakat kelas bawah di sekitar mereka. 

Tukang becak,  tukang sampah, para pemulung, pengemis. 


Stay at home.
Work from home.
PSBB.
Lockdown.


Apapun istilah nya,  
Bulan ini kita dapat menghemat uang parkir. 
Cukup untuk membelikan masker bagi mereka.


Bulan ini kita dipaksa masak di rumah. 
No hang out.
No nongkrong.
No party.
Cukup untuk membelikan mereka beras dan minyak. 

2 Mei 2020.
Lewat wabah ini, kita merayakan Hari Pendidikan Nasional yang Indonesia banget.

Dengan semboyan nya
Ing ngarso sang tulodho.
Saat di depan kita memberi teladan
Ing madya mangun karso
Saat di tengah kita beri dukungan
Tut wuri handayani
Saat di belakang kita memotivasi mereka.

SELAMAT HARI PENDIDIKAN NASIONAL

Bravo, Pendidikan Indonesia
Bravo, IKASANMAR !!









1 komentar: