Kami lulusan tahun 1986.
Pembentukan karakter apa yang menonjol di tahun terakhir itu ya?
Hmmmm......
Aku tidak ingat.
Atau mungkin tidak ada pembentukan karakter di bangku sekolah waktu itu ya?
Kamu?
Kamu?
Mungkin kita yang lupa.
Mungkin sekolah sudah memiliki program tersebut waktu itu, namun tidak dibarengi dengan tindakan nyata ya?
Entahlah.
Pemikiran itu yang sempat melintas di benak ku ketika menemukan adanya tahun tahun tematik di sekolah dalam beberapa tahun ini.
Di bawah kepemimpinan kepala sekolah saat ini, Sr. Theresella Karti, tahun ajaran ini, 2019/2020, sekolah tercinta kita, SMAK St. Maria Langsep Malang, memiliki tema LOVE.
Sepintas tampak seperti kata yang umum.
LOVE
CINTA
KASIH
Jiwa sosial tumbuh karena adanya Kasih.
Kepedulian tumbuh karena adanya Kasih.
Kebersamaan ada karena Kasih.
Ya, KASIH mengalahkan segalanya.
Dan LOVE adalah pondasi nya.
What? Tema?
Tahun ajaran memiliki tema?
Come on.
But it's true.
Lepas dari nilai nilai akademis, karakter seorang anak manusia terbentuk mulai kecil.
Dan usia remaja sangat rentan dalam hal yang satu ini.
Keluarga baik baik, bahkan keluarga terhormat, bukanlah sebuah jaminan bahwa putra putri remaja mereka tidak akan terlibat dalam kasus kenakalan remaja.
Keluarga baik baik, bahkan keluarga terhormat, bukanlah sebuah jaminan bahwa putra putri remaja mereka tidak akan terlibat dalam kasus kenakalan remaja.
Menurut seorang psikolog, Rika Indarti, M. Psi, ada dorongan yang tinggi dalam jiwa setiap remaja untuk diakui, diterima dan dihargai orang lain.
Dan tidak boleh lupa, mereka sedang berada di dalam fase mencari jati diri.
Alasan ini lah yang membuat para remaja ikut ikutan, agar dapat diterima dalam kelompok nya.
Kelompok yang baik, akan membentuk karakter manusia yang baik.
Kelompok yang buruk akan mengukir karakter yang buruk pula.
Pihak keluarga dan sekolah, bahkan ketika mereka berkolaborasi pun, tidak akan mampu untuk mengawasi mereka 24 / 7, duapuluh empat jam sehari, tujuh hari seminggu.
Karena itulah Sr. Theresella Karti berinisiatif untuk memberikan pondasi yang kuat dan kokoh di dalam pribadi anak anak didik nya.
L.O.V.E
Listening
Observance
Valuable
Empowering
Dalam tahun ajaran ini,
para murid dilatih
untuk lebih memiliki kepekaan untuk
mendengarkan, menganalisa, memiliki nilai lebih
agar mampu memberdayakan diri nya sendiri
secara maksimal.
Dimulai dengan mendengarkan.
Tampaknya simple, namun kenyataan yang ada ketika memasuki dunia kerja, kita pun sering menemukan para tenaga pemasaran lebih banyak bercerita tentang apa yang mereka jual, bukan mendengarkan apa yang diinginkan nasabah nya.
Tidak ada solusi untuk masalah yang dihadapi para calon pembeli nya.
Yang ada hanya kata-kata kosong layaknya memutar rekaman suara seorang penjual roti.
Dan itu yang membuat para anak anak muda ini lelah bersaing dengan kompetitor mereka.
Kelelahan yang sering kali berakhir dengan keputusasaan.
Pihak sekolah menyadari hal itu.
Bukan hanya sekedar teori.
Bukan hanya sekedar tema.
Tapi di eksekusi secara terstruktur.
Mendengarkan Tuhan lewat doa pagi,
Angelus, pada jam istirahat,
agar mereka bisa berhenti sejenak,
di mana pun mereka berada saat itu,
Mendengarkan diri sendiri
lewat refleksi hari Senin sampai dengan Kamis
dengan adanya buku tugas
yang dikumpulkan setiap Kamis siang.
Mendengarkan orang lain
dalam keseharian mereka,
dalam sebuah komunitas kecil
yang dipimpin Wali kelas
pada hari Sabtu minggu 3,
setiap bulannya
Melatih pendengaran anak remaja
adalah melatih mereka untuk
menghormati orang lain
menghargai pendapat orang lain
mencoba mengerti posisi orang lain
memahami kondisi orang lain
Karena "mendengarkan" adalah
satu-satunya yang kita butuhkan
untuk dapat membantu orang lain.
Cukup?
Tidak
satu-satunya yang kita butuhkan
untuk dapat membantu orang lain.
Cukup?
Tidak
Pembentukan karakter tidak cukup hanya setahun dua tahun.
Tiga tahun mereka ada di bangku sekolah menengah atas, adalah waktu maksimal yang dimiliki SMAK St. Maria Langsep Malang.
LOVE adalah tema tahun ajaran 2019/2020.
Tahun lalu, tahun ajaran 2018/2019 sekolah ini memberikan tema yang berbeda, HOPE.
Seperti LOVE, HOPE, harapan pun, adalah kata yang umum digunakan oleh para motivator religius.
Harapan senantiasa diperlukan di dalam menapak langkah demi langkah kehidupan ini.
Jatuh bangun.
Air mata dan pergumulan.
Beban dan tanggungjawab
Seringkali menjadi sumber keputusasan.
Di titik inilah, HOPE, harapan pun diperlukan.
There's always HOPE
Humanity
Obidience
Passion
Antusias
Rasa kemanusiaan harus diikuti dengan tindakan nyata,
bukan hanya sekedar "menyenangkan"
orang tua atau guru.
Ketaatan yang bukan sebuah keharusan.
Ketaatan yang dilandasi
oleh gairah dari dalam jiwa.
Itulah karakter anak anak muda,
yang menjadi beban sekolah kita ini.
Ketika ada larangan "Tidak boleh mencuri," mereka akan melakukan nya bukan karena takut akan hukuman.
Tapi karena mereka bergerak mengikuti gairah mereka.
Kemanusiaan nya tersenggol.
Tapi karena mereka bergerak mengikuti gairah mereka.
Kemanusiaan nya tersenggol.
Rasa iba untuk keluarga si korban.
Gairah untuk membantu.
Rasa puas ketika dapat membantu
Melahirkan sebongkah ketaatan akan larangan itu,
Tanpa dia menyadari nya.
Ketaatan terhadap larangan "Jangan mencuri" pun akan dibawa nya bagai membawa jari nya sendiri ke liang kubur, dengan atau tanpa ada rambu
Ada yang menahan nya ketika terlintas dalam benak nya untuk korupsi, curang terhadap rekan bisnis, sampai mencuri waktu sekalipun.
Manusia-manusia seperti ini lah yang diperlukan untuk membangun diri dan keluarga nya sendiri.
SMAK St. Maria Langsep Malang
mempersiapkan anak-anak didik nya
untuk menjadi manusia-manusia yang berguna
dengan karakter, karya, dan ide-ide mereka.
Karena dengan karakter yang baik
Pikiran mereka akan penuh oleh karya semata
Otak mereka akan sibuk dengan ide-ide brilliant
Hari-hari mereka akan diisi hanya dengan hal-hal positif
Apapun yang mereka lakukan
Mereka katakan
Mereka dengarkan
Mereka renungkan
Hanya untuk sebongkah
masa depan yang lebih baik
Tidak ada waktu lagi untuk mengarang sebuah kecurangan
Tidak ada tenaga lagi untuk membicarakan hal-hal negatif
Bahkan tidak ada lagi keinginan untuk menjatuhkan sesama mereka
Bukankah itu yang menjadi impian kita semua,
para orang tua, para guru,
para pemikir bangsa,
para pemerhati anak-anak muda.
HOPE
LOVE
adalah dua tema untuk dua tahun ajaran
dari tiga tahun yang dimiliki sekolah menengah
untuk membentuk generasi muda
yang dapat dibanggakan
Dan sekolah tidak dapat melakukan nya sendiri
Dibutuhkan kerjasama dari pihak keluarga
Dibutuhkan bantuan dari lingkungan
But at least
SMAK St. Maria Langsep Malang
telah memberikan pondasi dan arah
telah memberikan contoh dan teladan
Dengan program-program pembentukan karakter tersebut
Karakter baik yang dibentuk di masa remaja
akan membawa dampak besar di kemudian hari
( Aristoteles )

















