Jumat, 30 Agustus 2019

Manusia Manusia Seutuhnya

Kamu lulusan tahun berapa?

Kami lulusan tahun 1986.
Tahun ajaran terakhir kami di bangku SMA adalah tahun ajaran 1985/1986.



Pembentukan karakter apa yang menonjol di tahun terakhir itu ya? 

Hmmmm...... 

Aku tidak ingat. 
Atau mungkin tidak ada pembentukan karakter di bangku sekolah waktu itu ya?

Kamu? 

Mungkin kita yang lupa. 
Mungkin sekolah sudah memiliki program tersebut waktu itu, namun tidak dibarengi dengan tindakan nyata ya? 

Entahlah. 

Pemikiran itu yang sempat melintas di benak ku ketika menemukan adanya tahun tahun tematik di sekolah dalam beberapa tahun ini. 

Di bawah kepemimpinan kepala sekolah saat ini,  Sr.  Theresella Karti,  tahun ajaran ini,  2019/2020, sekolah tercinta kita,  SMAK St. Maria Langsep Malang, memiliki tema LOVE. 

Sepintas tampak seperti kata yang umum. 
LOVE
CINTA
KASIH

Ahhhh.....  Siapa pun akan setuju bila mendengar bahwa KASIH adalah dasar dari pembentukan karakter manusia,  terutama di usia remaja. 

Jiwa sosial tumbuh karena adanya Kasih. 
Kepedulian tumbuh karena adanya Kasih. 
Kebersamaan ada karena Kasih. 

Ya,  KASIH mengalahkan segalanya.

Dan LOVE adalah pondasi nya. 

Itulah tema tahun ajaran 2019/2020 ini. 



What?  Tema? 
Tahun ajaran memiliki tema? 

Come on. 

But it's true. 

Lepas dari nilai nilai akademis, karakter seorang anak manusia terbentuk mulai kecil. 

Dan usia remaja sangat rentan dalam hal yang satu ini.

Keluarga baik baik,  bahkan keluarga terhormat,  bukanlah sebuah jaminan bahwa  putra putri remaja mereka tidak akan terlibat dalam kasus kenakalan remaja.



Menurut seorang psikolog, Rika Indarti,  M. Psi,  ada dorongan yang tinggi dalam jiwa setiap remaja untuk diakui,  diterima dan dihargai orang lain. 

Dan tidak boleh lupa, mereka sedang berada di dalam fase mencari jati diri. 

Alasan ini lah yang membuat para remaja ikut ikutan,  agar dapat diterima dalam kelompok nya. 

Kelompok yang baik,  akan membentuk karakter manusia yang baik. 
Kelompok yang buruk akan mengukir karakter yang buruk pula. 

Pihak keluarga dan sekolah,  bahkan ketika mereka berkolaborasi pun,  tidak akan mampu untuk mengawasi mereka 24 / 7, duapuluh empat jam sehari,  tujuh hari seminggu. 

Karena itulah Sr.  Theresella Karti berinisiatif untuk memberikan pondasi yang kuat dan kokoh di dalam pribadi anak anak didik nya. 

Dan dari sanalah tema tahun ajaran pun lahir.

//

L.O.V.E 

Listening
Observance
Valuable
Empowering

Dalam tahun ajaran ini,  
para murid dilatih 
untuk lebih memiliki kepekaan untuk 
mendengarkan, menganalisa, memiliki nilai lebih 
agar mampu memberdayakan diri nya sendiri 
secara maksimal.

Dimulai dengan mendengarkan.

Tampaknya simple, namun kenyataan yang ada ketika memasuki dunia kerja, kita pun sering menemukan para tenaga pemasaran lebih banyak bercerita tentang apa yang mereka jual, bukan mendengarkan apa yang diinginkan nasabah nya.



Tidak ada solusi untuk masalah yang dihadapi para calon pembeli nya.
Yang ada hanya kata-kata kosong layaknya memutar rekaman suara seorang penjual roti.

Dan itu yang membuat para anak anak muda ini lelah bersaing dengan kompetitor mereka.
Kelelahan yang sering kali berakhir dengan keputusasaan.

Pihak sekolah menyadari hal itu.

Bukan hanya sekedar teori.
Bukan hanya sekedar tema.
Tapi di eksekusi secara terstruktur.

Mendengarkan Tuhan lewat doa pagi, 
Angelus, pada jam istirahat, 
agar mereka bisa berhenti sejenak, 
di mana pun mereka berada saat itu, 
mendengarkan Sabda Tuhan seminggu dua kali.




Mendengarkan diri sendiri 
lewat refleksi hari Senin sampai dengan Kamis 
dengan adanya buku tugas 
yang dikumpulkan setiap Kamis siang.

Mendengarkan orang lain 
dalam keseharian mereka, 
dalam sebuah komunitas kecil
yang dipimpin Wali kelas 
pada hari Sabtu minggu 3,
setiap bulannya

Mendengarkan alam semesta 
lewat bersih lingkungan 
setiap Sabtu pertama dan kedua
dengan  mengembangkan budaya membaca.



Kepala sekolah yang satu ini pun menjelaskan nya dengan lebih terinci. 

Melatih pendengaran anak remaja
adalah  melatih mereka untuk 
menghormati orang lain
menghargai pendapat orang lain
mencoba mengerti posisi orang lain
memahami kondisi orang lain


Karena "mendengarkan" adalah
satu-satunya yang kita butuhkan
untuk dapat membantu orang lain.

Cukup? 

Tidak

Pembentukan karakter tidak cukup hanya setahun dua tahun. 

Tiga tahun mereka ada di bangku sekolah menengah atas,  adalah waktu maksimal yang dimiliki SMAK St.  Maria Langsep Malang. 

Dan Sr.  Theresella Karti tidak mau menyia nyiakan tiga tahun tersebut.


LOVE adalah tema tahun ajaran 2019/2020.
Tahun lalu,  tahun ajaran 2018/2019 sekolah ini memberikan tema yang berbeda, HOPE. 

Seperti LOVE,  HOPE,  harapan pun,  adalah kata yang umum digunakan oleh para motivator religius. 

Harapan senantiasa diperlukan di dalam menapak langkah demi langkah kehidupan ini. 

Jatuh bangun. 
Air mata dan pergumulan. 
Beban dan tanggungjawab
Seringkali menjadi sumber keputusasan.
Di titik inilah,  HOPE,  harapan pun diperlukan.

There's always HOPE 
Humanity
Obidience
Passion
Antusias 



Rasa kemanusiaan harus diikuti dengan tindakan nyata, 
bukan hanya sekedar "menyenangkan" 
orang tua atau guru.

Ketaatan yang bukan sebuah keharusan.

Ketaatan yang dilandasi 
oleh gairah dari dalam jiwa.

Ketaatan yang dibungkus 
oleh semangat untuk selalu taat
karena di sanalah passion mereka 



Itulah karakter anak anak muda,  
yang menjadi beban sekolah kita ini.


Ketika ada larangan "Tidak boleh mencuri," mereka akan melakukan nya bukan karena takut akan hukuman.

Tapi karena mereka bergerak mengikuti gairah mereka.

Kemanusiaan nya tersenggol. 
Rasa iba untuk keluarga si korban. 
Gairah untuk membantu. 
Rasa puas ketika dapat membantu
Melahirkan sebongkah ketaatan akan larangan itu,
Tanpa dia menyadari nya.

Ketaatan terhadap larangan "Jangan mencuri" pun akan dibawa nya bagai membawa jari nya sendiri ke liang kubur, dengan atau tanpa ada rambu

Ada yang menahan nya ketika terlintas dalam benak nya untuk korupsi,  curang terhadap rekan bisnis,  sampai mencuri waktu sekalipun. 

Manusia-manusia seperti ini lah yang diperlukan untuk membangun diri dan keluarga nya sendiri.

SMAK St. Maria Langsep Malang 
mempersiapkan anak-anak didik nya 
untuk menjadi manusia-manusia yang berguna 
dengan karakter, karya, dan ide-ide mereka.

Karena dengan karakter yang baik
Pikiran mereka akan penuh oleh  karya semata
Otak mereka akan sibuk dengan ide-ide brilliant
Hari-hari mereka akan diisi hanya dengan hal-hal positif

Apapun yang mereka lakukan
Mereka katakan
Mereka dengarkan
Mereka renungkan
Hanya untuk sebongkah
masa depan yang lebih baik



Tidak ada waktu lagi untuk mengarang sebuah kecurangan
Tidak ada tenaga lagi untuk membicarakan hal-hal negatif
Bahkan tidak ada lagi keinginan untuk menjatuhkan sesama mereka

Bukankah itu yang menjadi impian kita semua,
para orang tua, para guru,
para pemikir bangsa,
para pemerhati anak-anak muda.



HOPE
LOVE
adalah dua tema untuk dua tahun ajaran 
dari tiga tahun yang dimiliki sekolah menengah
untuk membentuk generasi muda
yang dapat dibanggakan

Dan sekolah tidak dapat melakukan nya sendiri

Dibutuhkan kerjasama dari pihak keluarga
Dibutuhkan bantuan dari lingkungan

But at least
SMAK St. Maria Langsep Malang
telah memberikan pondasi dan arah
telah memberikan contoh dan teladan
Dengan program-program pembentukan karakter tersebut


Karakter baik yang dibentuk di masa remaja
akan membawa dampak besar di kemudian hari
( Aristoteles )




















Kamis, 15 Agustus 2019

The Pioneers


Perjalanan PLAYON hingga saat ini mengingatkan kami 
bahwa tahun-tahun yang telah lewat 
adalah awal mula dari perjumpaan dan perkenalan kita. 

Kenangan itu membuat kami rindu 
untuk mengadakan reuni dengan anda,
 para PLAYONers setia kami.

Reuni yang tidak hanya sekedar 
acara kumpul kumpul 
melainkan reuni yang menyehatkan 
sambil mengenang masa lalu yang sehat dan positif. 

Reuni yang membawa kebaikan
dengan menjalin kembali tali silaturahmi 
dan menyambung persaudaraan.

Sehubungan dengan hal tersebut, 
maka tema kami di tahun ini adalan ReuniOn 2019.

"karena berlari bersama teman 
di jalan yang berliku dan gelap 
akan terasa lebih baik 
daripada berlari sendiri 
di jalan yang lurus dan terang."

Kata-kata itu ada di dalam genggaman tangan mereka yang ada di dalam video di atas, mereka yang terdaftar di dalam Race Committee agenda tahunan kita yang juga menggelar acara akbar tiap lima tahun sekali.

Playon
Reuni

Playon yang bukan sekedar berlari
Reuni yang tidak sekedar berkumpul 


Perpaduan nilai kedua agenda ini lah yang membakar semangat mereka, kawan,

Mereka yang sempat merasa lelah tahun lalu dan tahun sebelum nya
Mereka yang sempat berpikir untuk pensiun dini dan menyerahkan nya kepada generasi berikutnya

Tapi juga mereka yang memiliki hati 
untuk tidak membiarkan salah satu dari mereka 
bekerja seorang diri.

Mereka yang tidak bisa diam 
ketika salah satu dari mereka berkata, 
"Ya sudah. Saya akan lakukan sendirian." 

Dimulai dari ide seorang kepala sekolah
Digerakkan oleh seorang alumni, "Saya bantu."
Diikuti oleh seorang teman, "Apa yang bisa aku bantu?"

Penyakit "gila" itu pun menular.


Mereka lupa kekecewaan mereka tahun sebelum nya
Mereka lupa sakit hati mereka
Mereka lupa kejengkelan mereka
Mereka lupa kelelahan mereka

Satu hal yang mereka tahu
Mereka harus mensukseskan acara ini
Demi kebersamaan
Demi keutuhan
Demi masa depan almamater


Padahal, banyak dari mereka yang sempat tidak peduli akan kelangsungan sekolah

Beberapa dari mereka bahkan sempat mendaftarkan generasi penerus mereka sendiri di sekolah lain yang lebih menjanjikan dan lebih berbobot.

Mereka memiliki alasan yang memudahkan bagi mereka untuk mengatakan TIDAK, tapi tidak mereka lakukan.

Walau mereka menyadari
koordinasi di antara tigapuluh orang
yang tidak memiliki hubungan apapun
memerlukan effort yang lebih
tenaga lebih
waktu lebih
kesabaran lebih

sekaligus kekecewaan lebih
sakit hati lebih
kejengkelan lebih
pengertian lebih

Agar ketigapuluh orang ini
 bisa mencapai garis akhir
tidak lah semudah mengikat tali sepatumu
dan melangkah ke Araya Malang
21-22 September 2019


Orang orang yang bukan sanak atau saudara
Orang orang yang tidak memberikan keuntungan financial 
Orang orang yang tidak mendatangkan bisnis untuk mereka
Orang orang yang memiliki cara kerja dan kepribadian yang berbeda

Mereka gandeng lagi setelah dua kali agenda serupa di tahun tahun sebelum nya

Mereka merasakan lagi kekecewaan yang sama
Kekhawatiran yang sama
Kejengkelan yang sama
Sakit hati yang sama
Kelelahan yang sama

Tapi mereka tetap tersenyum
Mereka tetap tertawa dan bercanda
Mereka tetap orang orang gila 
Yang tergila-gila pada mimpi mereka
membesarkan almamater mereka

Merekalah sang Pioneer
Para pendahulu
cikal bakal agenda tahunan ini

Mereka bukan orang  orang istimewa
Mereka hanya orang orang biasa
yang memiliki keterbatasan

Mimpi mereka tidak terbatas
Cinta mereka tidak terukur
Hati mereka tidak bertepi

Tapi tenaga dan raga mereka
waktu dan pikiran mereka
Kesehatan dan fisik mereka
Membatasi ruang gerak mereka

Senyum kita menguatkan mereka
Antusias kita menyegarkan mereka
Kehadiran kita mengobati mereka
Partisipasi kita memulihkan tenaga mereka

Hanya itu yang mereka butuhkan
Bukan materi
Bukan kata-kata
Bukan pula ucapan terima kasih



It's not how much you do
But how much love you put
into what you do that counts
( Mother Theresa )